Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.610 views

KDRT Meningkat Tajam, Akibat “Stay at Home”?

 

Oleh:

Ifa Mufida, Pemerhati Sosial Politik

 

CORONA masih menjadi pandemi, sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda mereda. Lebih parah lagi corona dituding menjadi penyebab terjadinya banyak  problematika. Salah satu problematika yang cukup mendunia adalah adanya laporan peningkatan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Sebagaimana dilansir oleh suara.com bahwa CEO dari jaringan nasional anti KDRT di Amerika Serikat, Deborah Vagins menyatakan tingkat KDRT naik selama masa isolasi terkait pandemi corona Covid-19. 

Di Perancis dilaporkan, tingkat KDRT naik sepertiga dalam satu pekan. Di Afrika Selatan, terdapat hampir 90.000 kasus. Di  Australia, pencarian daring untuk dukungan KDRT meningkat 75%. Di Cina, lembaga non-profit anti-KDRT, Wan Fei, melaporkan terjadi lonjakan signifikan kasus KDRT dimana 90% penyebabnya terkait Covid-19.  Begitu juga di  Turki, para aktivis menuntut perlindungan lebih besar setelah pembunuhan perempuan naik tajam pasca diberlakukan “stay at home” pada 11 Maret.  (Beritasatu.com, 6/4/2020). 

Sedangkan di Inggris, anggota Parlemen Britania Raya, Dawn Butler, meminta pemerintah mengalokasikan dana darurat untuk membantu orang yang melarikan diri dari KDRT selama krisis. Banyak wanita dibunuh setiap pekan oleh pasangan atau mantan pasangannya. (republika.co.id, 22/3/2020).

The Straits Times juga melaporkan kejadian serupa terjadi di Jepang. Dijelaskan oleh media tersebut bahwa para korban KDRT tidak memiliki tempat lain untuk menghindari kekerasan selama krisis virus corona. Hal ini disebabkan para perempuan harus berdiam diri di rumah dan tidak mendapatkan kunjungan dari teman ataupun sanak keluarga. 

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Di masa pandemi ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) memberikan data nasional bahwa sejak 16 Maret hingga 30 Maret 2020 terdapat 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, dan online pornografi. Di antara kasus tersebut, 17 di antaranya adalah kasus KDRT. Menurut LBH Apik, jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelum diberlakukannya PSBB (tirto.id, 15/4/2020). 

 

Menelisik Penyebab Peningkatan KDRT

Di masa program “stay at home” ternyata diberitakan adanya peningkatan KDRT. Mengapa hal ini terjadi? António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB mengatakan pandemi covid-19 menimbulkan ketidaksetaraan gender. Kemudian demi mengawal agar kebijakan negara sesuai dengan kesetaraan gender, Deputi Direktur Eksekutif UN Women, Åsa Regnér membuat check list yang berisi 10 pertanyaan yang ditujukan kepada para pemangku kekuasaan atas kebijakan yang mereka buat untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap perempuan (www.unwomen.org).

Ada hal yang cukup menggelitik. Lembaga Internasional dunia menganalisa bahwa yang menyebabakan peningkatan KDRT di dunia di masa pandemi corona karena ketidakadaan kesetaraan gender.  Seolah perempuan lah yang paling menderita dengan adanya wabah virus corona ini. Sebagaimana juga, pegiat gender menganggap perempuan sebagai pihak yang paling hebat merasakan dampak pandemi ini. Mereka adalah pihak yang paling rentan mengalami resiko penularan berikut juga terdampak dalam hal ekonomi. Hal ini dikarenakan sebagian besar pekerja dimana mereka juga sebagai orang tua adalah perempuan. Di sisi lain, mayoritas perempuan bekerja di sektor informal. Hal ini menjadikan kehidupan mereka semakin tidak terjamin dengan adanya pandemi ini. 

Sedang kebijakan pemerintah untuk “stay at home” dianggap telah menambah beban bagi perempuan di rumah, karena harus merawat anak-anak dan keluarga. Kebijakan belajar di rumah juga pada akhirnya mewajibkan wanita harus mengajari anak-anak sehingga tugas mereka bertambah. Selain itu, mereka harus mau menerima pemasukan keluarga yang jauh berkurang. Semua beban tersebut menjadikan banyaknya pertengkaran di dalam keluarga hingga menyebabkan bertambahnya KDRT. Demikianlah, banyak sekali narasi-narasi di dalam pemberitaan yang menganggap bahwa perempuanlah korban terberat pandemi covid-19. 

Padahal faktanya pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang perempuan, namun juga laki-laki. Bahkan bapak-bapak tidak bisa untuk bekerja dengan adanya anjuran “stay at home”. Bahkan banyak pula yang tak mengindahkan adanya anjuran “stay at home” karena mereka lebih memilih mati karena mencari nafkah buat keluarga, dibanding di rumah namun keluarga mereka mengalami kelaparan. 

Memang benar, saat ini ada peningkatan jumlah perempuan korban kekerasan di masa pandemi covid-19 namun hakikatnya KDRT bukanlah karena covid-19. Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi karena menganggap manusia memilki kebebasan perilaku. Kebebasan perilaku inilah salah satu nilai yang dijamin oleh kapitalisme. Akibatnya tindak kekerasan terus terjadi, meski sudah ada berbagai aturan bahkan konvensi internasional seperti CEDAW dan lain-lainnya. 

Masyarakat kapitalisme-sekuler tidak memiliki keyakinan akan pertanggungjawaban di hari akhir. Hal inilah yang membuat mereka berbuat sekehendak hatinya. Ide Hak asasi Manusia (HAM) yang menjadi penjaga kapitalisme, menambah subur tindak kekerasan terhadap perempuan. 

Para pegiat gender juga menganggap kebijakan bekerja dari rumah menambah beban perempuan.  Mereka diharuskan melakukan pekerjaan rumah yang sejatinya merupakan “unpaid work”. Sungguh pandangan materialistis khas kapitalis. Padahal dalam pandangan Islam aktivitas perempuan ini adalah tugas mulia yang bernilai ibadah. 

Sedangkan penderitaan perempuan yang bertambah di masa pandemi sejatinya karena negara kapitalis tidak memiliki pandangan bahwa kehidupan rakyat adalah dijamin oleh negara. Rakyat dibiarkan hidup dan melawan virus ini sendiri. Bahkan banyak kebijakan yang anomali. Sebagaimana kita ketahui di Indonesia misalnya di tengah kelangkaan APD, pemerintah justru melakukan ekspor. Begitu juga di tengah wabah, pemerintah justru membebaskan puluhan ribu napi yang hal ini semakin menghilangkan rasa aman bagi rakyat. Demikianlah, justru kapitalisme-sekuler yang membuat penderitaan dunia. 

 

Islam Penjaga Kehidupan Manusia

Berbeda dengan sistem Islam. Allah SWT telah menurunkan Islam sebagai sistem hidup manusia yang sempurna dan paripurna yang mampu menyelesaikan seluruh problem kehidupan manusia di dunia, termasuk pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi. 

Allah telah mewajibkan negara untuk melindungi dan menjamin kesejahteraan rakyatnya, laki-laki dan perempuan, sepanjang masa, dalam kondisi aman maupun krisis. Oleh karena itu, berbagai persoalan yang muncul sekarang ini, yang merupakan dampak penerapan sistem kapitalis, dengan ide kesetaraan gender dan HAM, tidak akan pernah terjadi. 

Islam memandang laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama sebagai manusia, dan menjadikan ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan manusia. Islam mewajibkan laki-laki untuk mencari nafkah, dan menjamin nafkah perempuan dengan berbagai mekanisme sesuai tuntunan Allah SWT. Dengan demikian perempuan dapat dengan tenang dan aman menjalankan perannya sebagai istri, ibu, dan pendidik generasi. 

Islam juga menjamin keamanan perempuan dari berbagai kekerasan karena kekerasan adalah kemaksiatan yang ada sanksinya dunia maupun akhirat. Islam memiliki mekanisme sempurna dalam mengatur peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sesuai dengan kodrat masing-masing, sebagaimana juga mengatur berbagai sektor kehidupan lainnya. Demikianlah, sejatinya hanya dengan penerapan Islam secara kaffah lah semua problematika akan bisa terselesaikan. Wallahu a'lam bi shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X