Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.751 views

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

 

Oleh:

Keni Rahayu || Dakwah Influencer

 

DILEMA. Perempuan bekerja hari ini banyak menuai pro kontra. Jika ia single, keamanan belum nyata. Kehormatan belum tentu ada. Kerja apa saja yang penting ada uangnya. Jika ia berkeluarga, memiliki anak sebuah challenge tersendiri. Tak ada yang merawat, bagaimana ibu bisa bekerja.

Sedangkan, tuntutan hidup begitu tinggi. Bak tak ada pilihan lain. Bekerja sudah menjadi keputusan terbaik, untuk hari ini. Hal inilah yang melandasi pemerintah melahirkan gagasan baru dalam RUU KIA. Ada wacana pemberian cuti melahirkan setidaknya enam bulan. Jika ternyata keguguran, cuti diberikan minimal satu setengah bulan (Detiknews, 20/6/22). Angin segar, bukan?

Tapi, tunggu dulu. Bukan aturan Kapitalistik namanya kalau tidak makan buah simalakama. Lahir respons netizen terkait RUU KIA ini: "kalau begini, perusahaan mana mau memperkerjakan perempuan menikah? Yang lolos seleksi kerja hanya perempuan single, dong? Bagaimana nasib keluarga kami jika kami sudah menikah namun tidak lolos seleksi?"

Masalah Sejati

Setidaknya, minimal ada dua penyebab fundamental ketika perempuan bekerja.

  1. Cara pandang Kapitalisme terhadap perempuan. Dengan rendah, Kapitalisme memandang perempuan berdaya hanya dalam aspek materi dan capaian posisi di ranah publik. Perempuan dikatakan berprestasi jika ia bekerja dan menghasilkan materi setara dengan laki-laki, atau ia ikut bagian dalam aktivitas politik baik itu eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Sedangkan, aspek spiritual dan keberhasilannya menjadi umm wa rabbatul bayt, tidak masuk dalam indikasi kesuksesan seorang perempuan. Apa lagi jika ia menjadi tanggungan keluarga. Maka sungguh, perempuan dinilai tidak produktif dalam kacamata kapitalis.
  2. Kukungan ideologi kapitalisme mengimpit hidup manusia, termasuk perempuan. Lihatlah kemiskinan hari ini. Ia hadir seolah dipermisi. Siapa lagi dalangnya jika bukan ideologi Kapitalisme yang mengizinkan penguasaan hajat hidup orang banyak dimiliki oleh individu kaya raya. Hak-hak orang (yang sengaja dibuat) miskin, ditelan dengan tega oleh manusia rakus tiada habis. Selain itu, segala penjuru kehidupan mengimpit. Biaya hidup makin hari makin tinggi, sedang pemasukan tak bisa diprediksi. Perempuan dengan sadar dituntut turut memenuhi. Padahal, anak di rumah meraung-raung tak ingin sang ibu pergi. Dilematis. Sangat dilematis.

Solusi Sejati

Islam. Satu-satunya paradigma berpikir yang agung dan luas. Cakupan aturan dan konsepsinya memakmurkan setiap lini. Setiap individu akan merasakan legowo dengan pengaturannya yang luar biasa. Lahir darinya konsep perempuan bekerja adalah mubah. Maka, tak ada tuntutan dari mana pun ia harus bekerja. Ia bebas, apakah hendak bekerja atau tidak, cuti melahirkan atau selamanya. Sebab bekerja bagi perempuan sebatas realisasi ilmu semata.

Bagaimana dengan kebutuhan hidup? Tentu bukan urusan (inti) kaum Hawa. Kewajiban mereka sebatas taat pada suami, merawat anak, dan mengurus rumah, ditambah kewajiban agung berdakwah. Sebab Islam telah mewajibkan nafkah hanya kepada kaum Adam. Perempuan tak pernah sekalipun dipaksa bekerja dalam Islam, meskipun itu adalah keadaan.

Hanya saja, konsep ini menjadi realistis jika lingkungan mendukung. Dibutuhkan sistem perekonomian, sistem sosial, sistem hukum, dan seluruh sistem peraturan yang tegak dibangun menerapkan aturan Islam. Sebab seluruh sistem inilah yang akan menjamin terpenuhinya semua kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan). Negara dengan menjalankan aturan Islam kafah adalah pelayan dan periayah rakyat, sehingga lapangan pekerjaan untuk paran ayah dan laki-laki baligh terjamin.

Jadi apa masalahnya perempuan bekerja jika ia hidup dalam konsepsi dan realisasi sistem kehidupan berdasarkan Islam? Tidak ada. Wallahua'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Ahad, 02 Oct 2022 21:17

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Ahad, 02 Oct 2022 20:25

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26


MUI

Must Read!
X