Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.007 views

Stop Pakai Paylater, Haram Guys!

 

Oleh:

Safira Nurul Fauziah || Pengajar/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

HELLO guys, siapa yang sering belanja online? Pasti sering dunk ya, apalagi sejak pandemi ini. Nah tahu enggak, sekarang kita belanja enggak perlu punya uang lho. Bagaimana maksudnya ya?

Saat ini, ada fitur yang namanya paylater. Paylater itu fasilitas belanja kredit dengan limit maksimum 12 juta dan cicilan maksimal 12 bulan. Fasilitas ini akan memudahkan pengguna e-commerce membeli suatu barang dan membayarnya dengan sistem cicilan. Jadi kalau kita nafsu banget untuk belanja tapi lagi akhir bulan. Tenang aja ada paylater, belanja sekarang bayar nanti. 

Kadang, kita enggak sadar checkout terus-menerus, sampai tagihan hingga jutaan rupiah. Inilah yang disebut perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif ini tidak lepas dari tuntunan gaya hidup yang semakin tinggi. Konsumen akan semakin gelap mata dan belanja berlebihan di luar batas kebutuhan. Mindset “Pokoknya harus beli, sekarang juga”. Akhirnya menjebak konsumen untuk terus-menerus belanja.

E-commerce menangkap peluang ini dengan fasilitas paylater. Orang-orang yang berperilaku konsumtif relatif terjebak utang demi memenuhi gaya hidupnya dan harus berurusan dengan pihak penagih utang dari pihak e-commerce. Terjebak dalam gaya hidup materialistis dan hedonisme sehingga menghalalkan segala cara.

Budaya ini ditangkap oleh pengusaha untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan fasilitas paylater. Penguasa sendiri mengizinkan fasilitas ini digunakan oleh masyarakat. Negara penganut kapitalis tidak peduli dengan praktik keharaman asalkan bisa mendatangkan keuntungan.

Seharusnya, kita sebagai Muslim jangan asal ikut hanya karena tergiur tetapi harus melihat fakta dan hukum syara’ ya terkait paylater ini. Sebenarnya, setiap pembelian suatu barang menggunakan paylater akan dikenakan bunga. E-commerce akan mengenakan bunga sekecil-kecilnya sebesar 2,95%/bulan. Tentu bagi yang tidak berpikir panjang akan mudah tergiur dengan bunga kecil ini.

Kalau tagihan tidak dibayar hingga jatuh tempo maka akan dikenakan denda sebesar 5%. Jika tidak membayarnya juga, akan diserahkan ke pihak ketiga yaitu semacam penagih seperti di pinjaman online. Itu loh yang sampai menyebarkan informasi tentang kita kalau ada utang yang tidak segera dibayar. Entah besar atau kecil dalam Islam bunga/riba jelas haram. Makanya, stop pakai paylater, haram guys!

Banyak sekali ayat dan hadits yang menjelaskan keharaman riba. Salah satunya Allah SWT berfirman dalam Qur’an surah al-Baqarah ayat  278-279 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” 

Dalam ayat ini, ada ancaman keras dan peringatan tegas kepada orang-orang yang masih melakukan perbuatan riba, padahal Allah telah memberi mereka peringatan. Apakah kamu ingin dibilang tidak beriman karena memaksakan melakukan perbuatan riba? Apakah kamu berani diperangi oleh Allah dan Rasulnya? Apakah kamu yakin?

Ngerinya tidak dapat dibayangkan, sebagai tambahan hadits, Rasulullah bersabda: “Riba itu ada 73 pintu (dosa), yang paling ringan yaitu semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya (HR Al Hakim dan Al Baihaqi).

Jadi stop pakai paylater karena itu haram. Kita belanja hanya ketika memiliki uang dan ada kebutuhan. Kalau tidak memiliki uang, tahan nafsunya. Lalu belajarlah hidup hemat, tidak usah beli baju. Kita bisa memakai yang ada saja dulu, tidak harus baju baru setiap bulan. Makan makanan yang ada, jadi makan tidak harus makanan mewah. Tidak perlu memaksakan diri membeli ini itu hanya karena dorongan nafsu.

Sebagai manusia jangan mau dikendalikan hawa nafsu. Jangan sampai juga bela-belain kerja mengejar uang demi gaya hidup namun melalaikan kewajiban dari Allah termasuk belajar Islam dan dakwah. Itulah pentingnya kita membentengi diri dengan ilmu Islam agar tidak main terobos saja hukum syaratnya. Jangan karena yang lain banyak yang pakai, lalu kita ikut langsung pakai juga. Jadi belajar Islam sampai ke akarnya jangan menunggu nanti. Mau menunggu apa lagi? Nunggu-nunggu terus, makin banyak kemaksiatan yang dilakukan. Pelajari Islam kaffah, pahami dan amalkan. 

Jadi seharusnya untuk masalah paylater ini, tidak hanya kita saja yang harus membentengi diri. Sudah jelas haram, penguasa juga harus terlibat dalam menghentikan praktik yang diharamkan oleh Allah. Negara punya peran untuk menjamin penerapan Syariah Islam secara kaffah.

Praktik haram seperti riba e-commerce ini, juga harus dilarang. Namun tidak mungkin ada negara yang berani mengharamkan riba di sistem kapitalisme ini. Hanya Islam saja yang dapat mewujudkannya. Jadi tunggu apalagi yang sudah terlanjur pakai paylater, segera bertaubat dan ajak orang lain untuk berubah juga. Nasihati mereka dan sampaikan ajaran Islam pada mereka semua.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X