Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.274 views

Pembunuhan KM-50: Masih Adakah Harapan pada Komnas HAM?

 

Apakah ada gelagat atau pertanda Komnas “tak sanggup” menuntaskan penyelidikan KM-50? Bisa saja itu terjadi.

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

BEBERAPA hari lagi genap sebulan pembunuhan 6 anggota FPI dalam insiden KM-50 jalan tol Jakarta-Cikampek. Pembunuhan ini sedang diselidiki oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnash HAM). Kepolisian mengatakan aparat mereka menembak mati keenam warga negara Indonesia itu.

Ada pertanyaan kunci: beranikah Komnas mengungkap pembunuhan ini secara transparan? Beranikan mereka membuat kesimpulan bahwa pembunuhan itu adalah pelanggaran HAM berat?

Pada mulanya, Komnas HAM terkesan tidak takut membongkar pembunuhan ini apa adanya. Publik pun bersemangat. Keadilan akan tegak. Dan memang meyakinkan sekali manuver-manuver mereka. Komisioner Chairul Anam menjadi salah satu bintang Komnas. Dia menunjukkan isyarat bahwa Komnas akan mengurai tuntas pembunuhan KM-50.

Komnas mengatakan mereka sudah mengumpulkan banyak bukti. Termasuk sejumlah proyektil dan selongsong peluru. Plus, banyak rekaman CCTV dari Jasa Marga. Rekaman itu tentunya terkait dengan kronologi pembunuhan. Komnas juga mengatakan sudah mewawancari banyak orang. Ada puluhan polisi dan warga sipil yang diperiksa Komisi.

Initinya, Komnas HAM mempresentasikan di depan publik bahwa mereka akan mengungkap semuanya. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Mungkinkah itu terjadi? Inilah yang perlu kita cermati.

Suara-suara di masyarakat yang tadinya optimistis, sekarang mulai pesimistis. Pesimistis Komnas akan bertindak adil. Begitulah yang banyak disampaikan lewat media sosial. Publik tidak lagi berharap terlalu banyak pada Komnas untuk menuntaskan penyelidikan secara transparan kasus pembunuhan 6 anggota FPI.

Apakah ada gelagat atau pertanda Komnas “tak sanggup” menuntaskan penyelidikan KM-50? Bisa saja itu terjadi.

Gelagat pertama, ada semacam hambatan psikologis yang dialami oleh para komisioner Komnas. Hambatan psikologis itu kelihatannya bersumber dari ‘inferiority complex’ (perasaan lebih rendah) yang terkait dengan kekuasaan dan kekuatan institusional.

Misalnya, Komnas HAM tidak punya struktur teritorial. Juga tidak punya kekuasaan besar meskipun setingkat dengan posisi kementerian atau lembaga setingkat kementerian. Sehingga terkesan tidak seram, tidak menakutkan. Berbeda dengan Kepolisian yang memiliki kekuasaan sangat besar. Berbagai macam hal bisa mereka lakukan.

Sehingga, banyak orang yang takut berurusan dengan polisi. Seragam dinas, struktur dan atribut-atribut kepangkatan di kepolisian bisa membuat orang merasa lebih rendah dari polisi. Jangan-jangan para komisioner Komnas HAM pun merasa begitu.

Hambatan psikologis berupa ‘inferiority complex’ di kalangan para komisioner Komnas itu hampir pasti akan memancarkan rasa takut. Termasuk takut kalau hasil penyelidikan mereka akan memojokkan Kepolisian.

Gelagat kedua adalah tindakan Komnas membuat klarifikasi tentang “rumah penyiksaan”. Sempat viral berita bahwa Komnas menemukan “locus delicti” (TKP) berupa tempat penyiksaan para anggota FPI sebelum mereka ditembak mati. Komnas kemudian membantah. Mereka mengatakan pihaknya tidak pernah menemukan atau pun menyebut “rumah penyiksaan”.

Bantahan dari Komnas itu mengindikasikan bahwa mereka sensitif sekali dengan isu ini. Seolah-olah ada yang menghendaki agar “rumah penyiksaan” itu tidak masuk dalam daftar bukti.

Sebetulnya, Komnas tidak perlu membantah. Cukup mereka persilakan publik menunjukkan dan menyelidiki “locus delicti” yang dimaksud. Jika masyarakat tidak bisa menghadirkan bukti itu, maka kabar tentang “rumah penyiksaan” akan terbantah dengan sendirinya.

Gelagat ketiga adalah posisi Komnas HAM yang enggan berkeras untuk membentuk tim pencari fakta independen (TPFI). Sangat aneh sikap yang ditunjukkan oleh Komnas. Sebagai lembaga yang mandiri dan dilindungi oleh UU, para komisioner Komnas tidak perlu takut. Dari sisi politik dan konstitusional, Komnas HAM memiliki basis dukungan dan landasan yang kuat.

Sangat mungkin gelagat-gelagat berikut akan muncul satu per satu di babak-babak selanjutnya. Karena itu, masih adakah harapan pada Komnas HAM untuk menyelidiki tuntas pembunuhan KM-50?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38


MUI

Must Read!
X