Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.096 views

Strategi Pemulihan Ekonomi Ala Rezim Jokowi, Akankah Terealisasi?

 

Penulis: 

Siti Aisyah. S.Sos., || Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

 

DI TENGAH kondisi ekonomi Indonesia yang kian terpuruk dan utang yang kian menumpuk,  dalam Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis 26 Agustus 2021, Presiden Jokowi mengungkap ada tiga strategi besar guna memulihkan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pertama, hilirisasi industri. Kedua, digitalisasi UMKM. Ketiga, ekonomi hijau.

Dengan tiga strategi tersebut, diharapkan ekonomi Indonesia akan kembali pulih. Namun, strategi pemulihan ekonomi ala rezimJokowi ini, akankah terealisasi? Pasalnya, sudah tak terhitung berapa banyak janji-janji rezim Jokowi yang hingga kini tak terealisasi. 

Tentunya kita masih ingat janji rezim Jokowi menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program rakyat miskin. Nyatanya, harga sembako terus meroket naik. Program pembagian sembako saat pandemi pun banyak yang tak tepat sasaran, rakyat yang sangat membutuhkan malah tak mendapatkan. Banyak di antara mereka harus menahan lapar, bahkan sebagian mereka mati kelaparan. Parahnya, masih saja sembako buat rakyat miskin ini dikorupsi. Ke mana hati nurani para penguasa negeri ini? Lebih parah lagi, sembako sebagai kebutuhan pokok rakyat akan dikenakan pajak, mau tidak mau nantinya beban rakyat makin bertambah.

Begitu juga, janji swasembada pangan. Nyatanya, jelang panen raya malah beberapa kali canangkan impor beras. Sebelum pandemi Covid-19, Jokowi berjanji akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen bahkan pada September akan merekot. Buktinya, yang ada malah nyungsep. Dan masih banyak lagi janji-janji manisnya hanya di bibir saja, tanpa aksi nyata. 

Berkaca dari fakta di atas, tiga strategi besar pemulihan ekonomi alarezim Jokowi menurut saya hanyalah omong kosong saja. Buktinya: Pertama, hilirisasi industri. Rezim Jokowi menyebut, hilirisasi sudah dimulai dengan menghentikan ekspor bahan mentah sejumlah komoditas. Ke depannya ekspor bahan mentah lain seperti nikel, bauksit, emas, tembaga, kelapa sawit, hingga turunannya dapat berubah menjadi ekspor barang setengah jadi. Bahkan lebih baik apabila bisa menjadi barang jadi. 

Adapun hilirisasi industri yang sedang berjalan adalah hilirisasi nikel. Menurut Jokowi, hilirisasi nikel ini sudah mulai kelihatan hasilnya. Ekspor besi baja dalam setengah tahun ini sudah berada sekitar US$ 10,5 miliar. Maka ke depannya hilirisasi akan dilakukan pada komoditas lainnya, seperti bauksit, emas, tembaga, hingga minyak sawit.

Jadi, pemerintah berharap dengan hilirisasi industri ini akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi, sehingga bisa memulihkan ekonomi yang sedang sekarat. Namun, hilirisasi sumber daya alam yang ada di Indonesia, ternyata investasinya didominasi asing atau yang memberikan kucuran dananya adalah  investor asing. Contohnyahilirisasi nikel. Seperti yang diungkap langsung oleh Kementerian ESDM, 35 smelter nikel yang sedang dan akan beroperasi di Indonesia ternyata didominasi oleh investor Cina.

Ketika hilirisasi industri ini didominasi oleh investor asing, sebenarnya siapakah yang diuntungkan? Indonesia dapat apa? Tentu saja asinglah yang mendapatkan untungnya sementara rakyat Indonesia hanya gigit jari saja. Pastinya, setiap keuntungan yang didapat masuk ke kantong-kantong para investor tersebut, pemerintah hanya kebagian secuil keuntungan. Kalau sudah begini tak mungkin kondisi ekonomi Indonesia akan pulih, yang ada akan makin terpuruk karena sebagian besar sumber daya alamnya dikuasai asing. 

Kedua, digitalisasi UMKM. Menurut Jokowi, saat ini sebanyak 15,5 juta UMKM telah masuk ke dalam platform digital dan lokapasar. Perubahan ini akan terus didorong agar makin banyak UMKM masuk ke dalam platform digital. Indonesia akan mendorong sekitar 60-an juta UMKM masuk ke platform-platform digital, baik di daerah, nasional, maupun agar bisa juga masuk ke platform global. 

Namun, melihat fakta di lapangan, para pengusaha Indonesia yang terbentuk dalam UMKM ini kebanyakan tidak menguasai dunia digital. Jadi, siapakah yang sesungguhnya menguasai digital ekonomi di negeri ini? Tentu saja, yang menguasai digital ekonomi itu mereka-mereka yang mempunyai modal besar atau para pemilik modal yang notabene adalah asing. 

Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang peneliti dari INDEF, Ariyo Irhamna. Ariyo mengatakan startuplokal,ternyatamayoritas investornya asing. Investor dalam negeri ada tapi sedikit.E-commerce merupakan startup(perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi)didanai oleh investor asing.

Ternyata, e-commerce turut andil dalam memperparah current account defisit (CAD) atau defisit neraca dagang karena dikuasai barang impor. Sebagaimana yang disampaikan oleh peneliti INDEF, Bhima Yudistira. Ia mengatakan data asosiasi e-commerce menunjukkan kecenderungan 93% barang yang dijual di marketplace adalah barang impor. Produk lokal hanya 7% saja. 

Jadi jika dilihat faktanya, digitalisasi UMKM yang dikatakan Jokowihanyalah omong kosong saja. Karena di balik itu ada investor asing  yang akan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.  Ditambah lagi, barang yang dijual adalah impor.Kalau sudah begini, bagaimana para pengusaha lokal akan maju, bagaimana Indonesia akan pulih dari keterpurukan ekonomi, yang ada kondisi ekonomi Indonesiaakan semakin semakin parah. Entahlah apa yang terjadi. 

Ketiga, ekonomi hijau (green ekonomi). Rencananya Jokowi akan membangun Green Industrial Park dengan pemakaian energi menggunakan energi baru terbarukan yakni energi hijau. Harapannya, ke depan produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau akan menjadi kekuatan besar Indonesia, karena potensi ekonomi hijau dinilai menjanjikan di masa mendatang.

Padahal dalam laporan berkala edisi kelimanya Greenness of Stimulus Index (GSI) atau Indeks Stimulus Hijau memberi angka negatif untuk Indonesia. Pemberian angka negatif itu terjadi karena munculnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja yang potensinya memberi dampak negatif terhadap alam dan iklim. 

Begitu juga ketika Indonesia mengesahkan UU Mineral dan Batu Bara (Minerba), akan berisiko merusak lingkungan. Sudah banyak penelitian dari CSO mengatakan banyak lubang  tambang didiamkan terbuka begitu saja tanpa direklamasi dan dipulihkan lingkungan hidupnya. Kalau begitu, bagaimana bisa areal tersebut dijadikan ekonomi hijau. Padahal, tujuan green ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Jika demikian, strategi ekonomi hijau yang dicanangkan rezim Jokowi hanyalah omong kosong saja dong. Karena kebijakan yang diterapkan oleh rezim ini, bukannya mengurangi kerusakan lingkungan, malah memperparah keadaan.

Dari paparan fakta tersebut, tiga strategi yang digadang-gadang rezim Jokowi bisa memulihkan ekonomi Indonesia tak akan terealisasi. Yang terjadi malah akan semakin rapuh, bahkan terpuruk. Bagaimana pun juga jika sebuah negara sudah didominasi investasi asing, tentunya tak akan beruntung, yang ada malah buntung. Rakyatlah yang akan merasakan akibatnya, hidup sengsara di negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Rabu, 07 Dec 2022 18:31

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

Rabu, 07 Dec 2022 17:05

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Rabu, 07 Dec 2022 16:15

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Rabu, 07 Dec 2022 13:37

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Rabu, 07 Dec 2022 12:35

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Rabu, 07 Dec 2022 11:06

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 21:00

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

Selasa, 06 Dec 2022 20:45

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Selasa, 06 Dec 2022 20:25

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 20:05

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 19:46

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Selasa, 06 Dec 2022 07:01

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

Senin, 05 Dec 2022 20:09

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Senin, 05 Dec 2022 19:30

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Senin, 05 Dec 2022 19:16

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Senin, 05 Dec 2022 15:31

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Senin, 05 Dec 2022 14:05

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Senin, 05 Dec 2022 12:35

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Senin, 05 Dec 2022 10:05

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Senin, 05 Dec 2022 05:45


MUI

Must Read!
X