Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.151 views

Imperialisme Berwajah Sains

 

Oleh:

Syahrullah Asyari || Dosen Sejarah dan Filsafat Matematika FMIPA UNM
Alumni Ma’had al-Birr Makassar

ISU tentang Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang diberitakan oleh media mainstream Indonesia belakangan ini mengingatkan dan menarik perhatian saya pada tokoh asal Prancis, Napoleon Bonaparte, dan mendorong saya untuk menulis artikel ini. Napoleon Bonaparte adalah seorang pemimpin militer yang pemberani, cerdik, dan ahli strategi ulung.

Salah satu invasi militer lintas negara yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte adalah invasi ke Mesir, saat usianya belum cukup 30 tahun. Napoleon Bonaparte menduduki Mesir selama sekitar tiga tahun saja (1798-1801). Namun demikian, invasinya menjadi catatan tersendiri dalam lembaran sejarah bangsa Mesir dan kaum muslimin.

Syaikh Sa’ad Kariym al-Fiqiy hafizhahullah menulis buku berjudul, “Khiyaanaatun Hazzat at-Taariykha al-Islamiy”. (Para Pengkhianat Mengguncang Sejarah Islam) yang diterbitkan oleh ad-Daarul ‘Aalamiyyah, Cetakan ke-3, 2010. Pada halaman 248 buku ini, Syaikh al-Fiqiy membahas Bab “al-Khiyaanaatu fil ‘Ashril Hadiyts: Al-Hamlatu Al-Faransiyyatu ‘alaa Mishr”. (Pengkhianatan di Era Modern: Ekspedisi Prancis ke Mesir). Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa kondisi masyarakat Mesir saat diduduki oleh Prancis begitu lemah di berbagai aspek. Dari aspek agama, umumnya masyarakat Mesir jauh dari Allah subhanahu wata’ala dengan meninggalkan inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Mereka tenggelam dalam lautan bid’ah, takhayul, dan khurafat. Dari aspek sosial, mereka berada dalam kemiskinan dan kebodohan, sehingga mereka tidak mampu membuat atau memiliki persenjataan modern untuk sekadar mempertahankan diri mereka dan menjaga eksistensi, serta kedudukan mereka di mata dunia. Dari aspek politik, mereka pun bingung akan kepemimpinan di Mesir, siapa sebenarnya pemimpin mereka apakah penguasa Turki Utsmani ataukah Mamluk.

Syaikh al-Fiqiy menyatakan bahwa kondisi lemah bangsa Mesir tersebut dimanfaatkan oleh Napoleon Bonaparte untuk menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 M. David M. Burton, Professor Emeritus Matematika di the University of New Hampshire, Amerika Serikat, dalam bukunya berjudul, “The History of Mathematics: An Introduction.” (Sejarah Matematika: Sebuah Pengantar) yang diterbitkan oleh McGraw-Hill, Edisi ke-7, 2011 menulis di halaman 33 bahwa kebanyakan sejarawan mencatat awal mula penemuan kembali peradaban bangsa Mesir di masa lalu adalah saat Napoleon Bonaparte melakukan invasi militer. Burton juga menuliskan bahwa pada April 1798, Napoleon Bonaparte mempersiapkan misi penaklukan Mesir dengan armada perangnya sebanyak 328 kapal yang mengangkut 38.000 pasukan untuk berlayar dari Toulon, Prancis menuju (Alexandria), Mesir.

Salah satu hal paling berkesan dari invasi Napoleon Bonaparte adalah saat dia bersama pasukannya menodai kesucian Masjid al-Azhar. Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa Napoleon Bonaparte bersama pasukannya memacu kudanya di dalam masjid itu dan menjadikan mimbar masjid sebagai kandang kudanya. Mereka menambatkan kuda-kuda mereka di dalam masjid ke arah kiblat. Mereka menginjak-injak dan merobek-robek al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan ilmu pengetahuan lainnya.

Mereka memecahkan lampu-lampu masjid dan merusak lemari-lemari para penuntut ilmu, kemudian mengambil fasilitas masjid yang mereka bisa gunakan. Mereka buang air, membuang kotoran, dan minum-minuman keras di dalam masjid. Botol-botol bekas minuman keras itu dipecahkan, kemudian pecahan botol itu dilemparkan ke atap masjid dan seluruh penjuru masjid. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga menelanjangi setiap muslim yang mereka temui di Masjid. Selain itu, Napoleon Bonaparte mengubah halaman masjid menjadi café dan toilet umum.

Strategi licik Napoleon Bonaparte adalah pengikutsertaan ilmuwan pilihan dalam ekspedisinya. Ia melibatkan ilmuwan dalam jumlah yang cukup besar, yaitu sebanyak 167 ilmuwan, kata Burton. Dua di antaranya adalah matematikawan Prancis terkenal, yaitu Gaspard Monge dan Jean-Baptiste Fourier. Tugas mereka adalah melakukan penelitian komprehensif tentang segala aspek kehidupan bangsa Mesir di abad klasik dan modern. Pada halaman 34 bukunya, Burton juga menyebutkan, “The grand plan had been to enrich the world’s store of knowledge while softening the impact of France’s military adventures by calling attention to the superiority of her culture.” (Rencana besar dari pelibatan ilmuwan ini adalah memperkaya khazanah pengetahuan dunia sambil meringankan dampak petualangan militer Prancis dengan menarik perhatian dunia pada keunggulan budaya Mesir).

Alhasil kata Burton, dari penelitian ilmuwan itu, lahirlah karya monumental berjudul Déscription de l’Egypte yang ditulis dalam teks folio sebanyak 9 Volume dan ditulis dengan menyertakan gambar sebanyak 12 Volume. Karya monumental ini secara berurutan membahas tentang peradaban bangsa Mesir kuno, monumen peninggalan bangsa Mesir, Mesir modern, dan sejarah alam Mesir.

Meskipun invasi itu diselimuti oleh misi keilmuan yang tampak mulia bagi yang melihatnya, tapi bagi bangsa Mesir, itu tidak terpisah dari imperialisme. Syaikh al-Fiqiy menyatakan di halaman 248 bukunya bahwa Napoleon Bonaparte dan pasukannya akan terus bermimpi menguasai Mesir, seolah-olah Mesir adalah warisan nenek moyang mereka yang harus dirampas dari tangan bangsa Mesir. Syaikh al-Fiqiy menyebut Napoleon Bonaparte dan pasukannya telah berubah profesi dari tentara menjadi pencuri dan perampok.

Penodaan terhadap kesucian Masjid al-Azhar dan pendudukan wilayah Mesir adalah satu dari sekian hal berkesan bagi bangsa Mesir yang tidak bisa tertutupi oleh karya monumental para ilmuwan itu. Pelibatan ilmuwan oleh Napolen Bonaparte juga sekaligus mematahkan asumsi ilmu bebas nilai (value-free) bahwa ilmu untuk ilmu semata. Ternyata ilmu itu sarat nilai (value-laden), karena ilmu dan ilmuwan justru disalahgunakan juga untuk tujuan mengelabui dan mengalihkan perhatian manusia dari penindasan, perampasan, dan pencaplokan yang mereka lakukan.

Invasi Prancis ke Mesir adalah sejarah. Sejarah itu penting bahkan begitu pentingnya sampai sepertiga dari al-Qur'an isinya adalah sejarah. Sejarah mungkin saja berulang dengan tokoh dan konteks berbeda dan sejarah Napoleon Bonaparte di Mesir mengajarkan bangsa Indonesia saat ini agar memperkuat jati diri bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan. Dari aspek agama, bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya agar senantiasa memegang teguh inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Dari aspek sosial, bangsa Indonesia perlu terus mengentaskan kemiskinan, korupsi, dan kebodohan. Dari aspek politik, pemimpin bangsa Indonesia perlu senantiasa hadir membawa solusi di tengah kondisi sulit yang dialami oleh bangsa. Semua aspek ini adalah penguat bagi bangsa Indonesia agar imperialisme yang tampil dalam berbagai wajah itu tidak terjadi di Indonesia. Wallahu al-Musta'an.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi

Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi

Ahad, 05 Dec 2021 11:56

Rusia Siapkan Serangan Multi-Front Terhadap Ukraina Dengan Kekuatan 175.000 Tentara

Rusia Siapkan Serangan Multi-Front Terhadap Ukraina Dengan Kekuatan 175.000 Tentara

Sabtu, 04 Dec 2021 21:45

Polisi Tahan Puluhan Orang Yang Dituduh Membunuh Penista Agama Asal Sri Lanka Di Pakistan Timur

Polisi Tahan Puluhan Orang Yang Dituduh Membunuh Penista Agama Asal Sri Lanka Di Pakistan Timur

Sabtu, 04 Dec 2021 21:16

Arab Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Festival Musik Terbesar Di Timur Tengah

Arab Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Festival Musik Terbesar Di Timur Tengah

Sabtu, 04 Dec 2021 20:05

IDEAS Proyeksi Jumlah Orang Miskin Melonjak Jadi 29,3 Juta pada Tahun 2022

IDEAS Proyeksi Jumlah Orang Miskin Melonjak Jadi 29,3 Juta pada Tahun 2022

Sabtu, 04 Dec 2021 17:18

Ketum MUI Ajak Semua Pihak Dukung Kongres Ekonomi Umat II

Ketum MUI Ajak Semua Pihak Dukung Kongres Ekonomi Umat II

Sabtu, 04 Dec 2021 17:10

 Partai Gelora Bakal Terapkan Strategi 'O Poin O' untuk Menghadapi Pemilu 2024

Partai Gelora Bakal Terapkan Strategi 'O Poin O' untuk Menghadapi Pemilu 2024

Sabtu, 04 Dec 2021 16:47

Munas Wanita Al Irsyad ke-13 Fokuskan Soal Ketahanan Keluarga

Munas Wanita Al Irsyad ke-13 Fokuskan Soal Ketahanan Keluarga

Sabtu, 04 Dec 2021 15:25

Lewat Lomba Baca Kitab Kuning, PKS Ajak Masyarakat Hormati Ulama

Lewat Lomba Baca Kitab Kuning, PKS Ajak Masyarakat Hormati Ulama

Sabtu, 04 Dec 2021 15:20

Kemenag Beri Apresiasi kepada Lembaga-Pegiat Zakat dan Wakaf

Kemenag Beri Apresiasi kepada Lembaga-Pegiat Zakat dan Wakaf

Sabtu, 04 Dec 2021 15:03

Serangan Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Qaidah di Idlib Suriah

Serangan Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Qaidah di Idlib Suriah

Sabtu, 04 Dec 2021 15:02

AIDS di Kalangan Anak Muda Tinggi, Legislator Kritik Strategi Pemerintah

AIDS di Kalangan Anak Muda Tinggi, Legislator Kritik Strategi Pemerintah

Sabtu, 04 Dec 2021 11:50

Wapres Minta Umat Islam Siap Hadapi Era Masyarakat 5.0

Wapres Minta Umat Islam Siap Hadapi Era Masyarakat 5.0

Sabtu, 04 Dec 2021 11:39

Capres Potensial Jadi Korban Sistem, Fahri Hamzah: Presiden Threshold Mesti Nol Persen

Capres Potensial Jadi Korban Sistem, Fahri Hamzah: Presiden Threshold Mesti Nol Persen

Sabtu, 04 Dec 2021 10:13

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Jum'at, 03 Dec 2021 21:15

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53


MUI

Must Read!
X