Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.469 views

Sistem Neolib Gagal Jamin Kedaulatan Pangan

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Harga kedelai melambung tinggi di awal tahun 2021. Para produsen tahu dan tempe pun mogok produksi selama tiga hari berturut-turut. Akhirnya rakyat harus rela untuk tidak mengonsumsi tempe-tahu di waktu tersebut. Meski setelahnya, produksi tempe-tahu kembali berjalan, namun tetap menyisakan perih bagi rakyat, sebab harganya naik dari biasanya.

Ternyata mogoknya produksi tempe dan tahu beberapa waktu lalu adalah bentuk protes pengusaha tempe-tahu disebabkan oleh naiknya komoditas kedelai di pasar global. Akhirnya harga jual kedelai di Indonesia pun ikut naik, yakni mencapai Rp9500-10.000/kg padahal biasanya hanya kisaran Rp.6.500-7.000/kg.

Tak hanya itu, Satgas Pangan Polri menemukan temuan mengejutkan yakni adanya penimbunan di gudang importir. Itulah yang menyebabkan harga kedelai melonjak tinggi. Karena memang di Indonesia, impor kedelai dikuasai oleh sekitar 2-3 perusahaan importir saja. Merekalah yang menguasai kuota kedelai impor hingga 66,5%. Keberadaan para importir tersebut mampu memainkan harga kedelai di dalam negeri dan pembatasan pasokan.

Sungguh ironis! Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah, faktanya tidak mampu berdaulat dalam hal pangan. Kebutuhan kedelai di dalam negeri tidak mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sebaliknya Indonesia justru bergantung pada impor dari luar negeri.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor ini tidak bisa dilepaskan dari adanya liberalisasi perdagangan yang diterapkan saat ini. Hal tersebut sebagai konsekuensi atas ketergabungan Indonesia dengan organisasi perdagangan internasional, yakni WTO. Dengan itu, Indonesia harus tunduk pada berbagai aturan yang ditetapkan oleh WTO. Diantaranya mengurangi subsidi ekspor, mengurangi subsidi di dalam negeri. membuka akses pasar untuk pelaku perdagangan insternasional.

Begitulah hakikatnya liberalisasi perdagangan dalam sistem neolib.  Membuka ruang yang seluas-luasnya bagi cengkraman asing terhadap negeri ini. Sehingga Indonesia tidak memiliki kedaulatan sama sekali. Hal itu jelas merugikan rakyat, sebaliknya menguntungkan para penguasa dan asing.

Salah satu implikasi dari adanya liberalisasi perdagangan adalah penghapusan bea impor sehingga menyebabkan indonesia diserbu  oleh para negara importir. Dan akhirnya produsen di dalam negeri gigit jari.

Pemerintah dalam sistem neoliberal terbukti telah gagal dalam mewujudkan kedaulatan pangan.  Tidak ada jaminan bagi produsen kedelai lokal oleh negara. Sebaliknya lahan-lahan kedelai menyusut, tidak ada perlindungan harga di tingkat petani yang menyebabkan petani senantiasa merugi, akhirnya memilih berhenti menanam kedelai. Selain itu, varietas unggul kedelai di dalam negeri yang kian merosot. Akibatnya, kedelai impor banyak menjadi pilihan karena kualitasnya lebih bagus.

Jelaslah bahwa Indonesia tidak memiliki visi politik pangan yang jelas sehingga tidak mampu berdaulat. Hal tersebut juga menunjukkan telah hilangnya fungsi negara yang benar, yakni sebagai pemelihara atas rakyatnya.

Dalam sistem neolib hari ini, pemerintah mandul dari fungsinya sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya pemerintah hari ini hanya berfungsi sebagai regulator, yakni perantara saja, bukan penanggungjawab utama terpenuhinya kebutuhan rakyat.

Sementara itu, sistem Islam memiliki mekanisme yang jelas dan khas dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Negara tidak boleh bergantung pada impor, sebaliknya negara harus mengoptimalkan produksi di delam negeri. Setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan negara dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, yakni:

Pertama, intensifikasi pertanian, yakni menyediakan bibit unggul bagi petani, menjamin ketersediaan alat-alat pertanian, menjamin ketersediaan pupuk, dll.

Kedua, ekstensifikasi pertanian, yakni negara wajib menjamin ketersediaan lahan pertanian, membangun infrastruktur yang dapat menopang kelancaran distribusi hasil pertanian, membangun saluran irigasi, dan sebagainya.

Negara juga harus menindak tegas para pelaku penimbunan. Karena dalam Islam, penimbunan adalah sesuatu yang diharamkan, apalagi jika sampai menimbulkan kelangkaan barang sehingga memicu lonjakan harga.

Dari Ma’mar bin Abdullah; Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim, no. 1605)

Negara juga akan menerapkan sistem politik tanah, yakni akan mengambil alih lahan yang oleh pemiliknya tidak dimanfaatkan selama tiga tahun berturut-turut. Status tanah tersebut menjadi tanah mati. Negara berhak mengelola tanah tersebut atau memberikan tanah tersebut kepada seseorang untuk dikelola/dihidupkan kembali. Sehingga dalam naungan sistem Islam ketersediaan lahan tentu tak perlu dikhawatirkan.

Rasulullah Saw bersabda:

"Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Dalam pandangan Islam, negara harus berupaya memenuhi kebutuhan rakyatnya secara optimal, bukan menyerahkan kepada koorporasi. Oleh karena itu, untuk menghentikan ketergantungan impor kita tidak bisa tetap berharap dalam sistem hari ini, karena sistem saat ini meniscayakan Indonesia tunduk pada perjanjian-perjanjian dagang internasional. Mustahil bisa mandiri dalam menentukan kebijakan.

Selama negeri ini menerapkan sistem demokrasi liberal, maka selama itu pula lah negeri ini akan tersandera, sehingga kedaulatan pangan yang diharapkan tak akan pernah dapat terwujud. Oleh karena itu, hanya dengan tegaknya Khilafah saja lah negeri ini dapat terlepas dari ketergantungan impor. Dengan begitu pula negeri ini berdaulat dan rakyatnya akan sejahtera lagi mulia. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Sambut Ramadhan, DDII Luncurkan Program 24 Jam Raih Berkah Bersama Dewan Da'wah

Sambut Ramadhan, DDII Luncurkan Program 24 Jam Raih Berkah Bersama Dewan Da'wah

Senin, 12 Apr 2021 11:50

Meski Masih Pandemi, JIC Lakukan Rukyat Hilal 1 Ramadhan 1442 H di Pulau Karya Kepulauan Seribu

Meski Masih Pandemi, JIC Lakukan Rukyat Hilal 1 Ramadhan 1442 H di Pulau Karya Kepulauan Seribu

Senin, 12 Apr 2021 11:41

Doa Saat Terlihat Hilal Ramadhan 1442 H

Doa Saat Terlihat Hilal Ramadhan 1442 H

Senin, 12 Apr 2021 11:00

Anis: Holding Ultra Mikro BRI-Pegadaian-PNM Bukan Jawaban untuk Tingkatkan UMKM

Anis: Holding Ultra Mikro BRI-Pegadaian-PNM Bukan Jawaban untuk Tingkatkan UMKM

Senin, 12 Apr 2021 08:47

Masalah Gizi Buruk Meningkat Saat Pandemi

Masalah Gizi Buruk Meningkat Saat Pandemi

Senin, 12 Apr 2021 08:24

Mesir Tidak Akan Lepaskan Kapal Konteiner Ever Given Sampai Bayar Kompensasi

Mesir Tidak Akan Lepaskan Kapal Konteiner Ever Given Sampai Bayar Kompensasi

Ahad, 11 Apr 2021 22:30

Bersyukur Mendapati Ramadhan Tahun 1442 H, Ini Alasannya!

Bersyukur Mendapati Ramadhan Tahun 1442 H, Ini Alasannya!

Ahad, 11 Apr 2021 22:00

Saudi Eksekusi 3 Tentaranya Karena Lakukan 'Penghiatan Tingkat Tinggi'

Saudi Eksekusi 3 Tentaranya Karena Lakukan 'Penghiatan Tingkat Tinggi'

Ahad, 11 Apr 2021 21:46

Pertempuran di Marib Yaman Meningkat, 53 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Pertempuran di Marib Yaman Meningkat, 53 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Ahad, 11 Apr 2021 20:50

Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:35

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:15

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Sabtu, 10 Apr 2021 20:42

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Sabtu, 10 Apr 2021 14:15

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Sabtu, 10 Apr 2021 14:05

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Sabtu, 10 Apr 2021 14:00

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Sabtu, 10 Apr 2021 13:55

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Sabtu, 10 Apr 2021 11:53

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Sabtu, 10 Apr 2021 08:32

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Sabtu, 10 Apr 2021 05:05

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Sabtu, 10 Apr 2021 00:28


MUI

Must Read!
X