Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.293 views

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani, S.S

Di tengah kemelut masyarakat negeri ini menghadapi bencana yang datang bertubi-tubi, pemerintah kembali membuat gebrakan. Kali ini, Presiden Jokowi mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) No 7 tahun 2020 mengenai Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

Menurut kepala BNPT, Boy Rafli Amar, penyusunan Perpres tersebut telah mulai dilakukan sejak tahun 2017 silam. Tujuannya adalah menanggulangi segala bentuk tindakan ekstemisme yang berbasis pada kekerasan dan mengarah kepada terorisme lewat pendekatan terpadu dan dan terencana.

Tak main-main, RAN PE ini benar-benar mendapat dukungan internasional. Sebagaimana dilansir oleh undp.org (23-01-2021) bahwa sebanyak 100 pakar anti-teror berkumpul. Mereka berasal dari perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil dan pejabat keamanan terkemuka dari Asia Tenggara dan Asia Selatan, antara lain  berasal dari Indonesia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Malaysia, Maladewa, Sri Lanka, Filipina, Singapura dan Thailand. Perwakilan ini berkumpul di Jakarta dalam agenda lokakarya regional yang diselenggarakan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), melalui Proyek “Preventing Violent Extremism through Promoting Tolerance and Respect for Diversity (PROTECT)“.

Adapun RAN PE ini juga akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, salah satunya dengan akan diadakannya pelatihan pemolisian masyarakat (Community Policing). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat. Artinya, masyarakat disinergikan dengan pihak kepolisian dalam rangka menanggulangi ekstremisme. Dengan kata lain, masyarakat dapat melapor jika mendapati adanya tindakan atau aksi yang terkategori ekstremisme berbasis kekerasan.

Adanya RAN PE ini jelas sangat membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa ke depannya. Sebab, akan memicu adu domba antar anggota masyarakat. Betapa tidak, antar masyarakat akan saling curiga. Ketentraman di tengah masyarakat pun akan terganggu karena adanya ancaman dengan berlakunya pemolisian masyarakat tersebut.

Lebih-lebih, ekstremisme  yang dimaksud maknanya masih rancu. Sehingga bisa jadi akan diterjemahkan sesuai kepentingan pihak-pihak tertentu.  Apalagi fakta yang selama ini terjadi adalah radikalisme-ekstremisme seringkali disematkan pada mereka yang aktif menyuarakan syariat Islam, mengkritik penguasa, dan menawarkan Islam sebagai solusi atas segala permasalahan yang terjadi. Intinya label ekstremisme lebih menyasar kepada kaum Muslimin.

Jelas hal tersebut akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada peninjauan ulang terhadap RAN PE tersebut jika tak ingin memunculkan permasalahan baru di kemudian hari kelak.

Politik Belah Bambu di Balik RAN PE

Kita perlu mewaspadai adanya politik belah bambu yang diselipkan lewat narasi kontra ekstremisme yang diwadahi oleh RAN PE. Betapa tidak, masyarakat digiring untuk memata-matai kelompok atau individu tertentu. Akhirnya sesama anak bangsa akan saling tuduh atas istilah yang sebetulnya belum jelas maknanya.

Kita juga perlu memahami bahwa politik belah bambu (devide et impera) atau pecah belah, merupakan agenda Barat dalam rangka menghancurkan kaum Muslimin. Dalam wikipedia disebutkan bahwa politik belah bambu adalah memecah kelompok besar menjadi kelompok kecil-kecil. Jika dikaitkan dengan politik belah bambu dalam konteks hari ini, maka jelas umat Islam berupaya dipecah belah lewat propaganda ekstremisme-terorisme. Mengingat kebangkitan Islam mulai tercium dan bersatunya umat di bawah naungan akidah Islamiyah mulai tercipta. Maka sungguh hal tersebut menjadi ancaman serius bagi  Barat, karena bangkitnya peradaban Islam akan menggeser eksistensi mereka sebagai penguasa dunia.

Jika ekstremisme disematkan kepada kaum Muslimin yang aktif mengkritik penguasa dan mendakwahkan ajaran Islam secara kaffah, tentu saja hal tersebut salah kaprah. Karena muhasabah lil hukam (mengoreksi penguasa) adalah wajib hukumnya. Hal tersebut dalam rangka menjaga pemerintahan agar tetap dalam koridor keadilan dan kebenaran. Begitupun dengan mendakwahkan ajaran Islam secara kaffah, juga merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar lagi. Karena Allah akan menimpakan keburukan bagi siapa saja yang tidak melakukan amar ma'ruf nahyi mungkar di tengah-tengah masyarakat, padahal kemaksiatan amat terpampang nyata.

Sejatinya kaum Muslimin yang memperjuangkan Islam agar diterapkan dalan sebuah institusi bukanlah musuh negara. Sebaliknya mereka sedang menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah dan ingin menyelamatkan negeri ini dari kehancuran akibat tidak berhukum pada hukum Allah.

Dengan demikian, sudah semestinya pemerintah lebih disibukkan terhadap upaya penanggulangan pandemi dan bencana yang menyelimuti negeri. Bukan malah menanggulangi sesuatu yang secara definisi saja masih menimbulkan kerancuan persepsi di tengah-tengah masyarakat. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Jum'at, 26 Feb 2021 10:29

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 21:26

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Kamis, 25 Feb 2021 19:45

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Kamis, 25 Feb 2021 19:15

Polisi Turki Tangkap Anggota IS Yang Tengah Memata-matai Pos Militer Di Istannbul

Polisi Turki Tangkap Anggota IS Yang Tengah Memata-matai Pos Militer Di Istannbul

Kamis, 25 Feb 2021 18:48

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20


MUI

Must Read!
X

Rabu, 24/02/2021 22:12

Bekerja untuk Akhirat