Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.854 views

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

 

Oleh:

Asyari Usman, wartawan senior

 

PROF YUDIAN Wahyudi, Ketua BPIP, tampaknya betul-betul menantang Yang Maha Kuasa. Sehari setelah dia membuat kegaduhan karena mengatakan agama adalah musuh terbesar Pancasila, dia meminta agar umat beragama menempatkan konstitusi di atas kitab suci. Dalam urusan bernegara. Kita sebut saja ini sebagai “gebrakan kedua” Yudian.

“Gebrakan kedua” ini disampaikannya kepada Tempo pada 13 Februari 2020. “Gebrakan pertama” dalam narasi agama (Islam) musuh terbesar Pancasila dia sampaikan dalam acara “Blak-Blakan detikcom” pada 12 Februari 2020.

Dan, ingat, lagi-lagi Yudian hampir pasti mengarahkan “gebrakan kedua” ini ke umat Islam yang berkitabsucikan al-Quran. Apa dasar dugaan “gebrakan kedua” ini ditujukan ke umat Islam? Karena umat Islam mayoritas, dan geliat umat Islam-lah yang selalu menimbulkan dampak ke semua lini kehidupan.

Baik, kita bertanya. Apa urgensi yang mendorong Yudian mengeluarkan imbauan agar umat beragama menempatkan konstitusi di atas kitab suci?

Selama 70 tahun lebih, tidak pernah ada yang mempersoalkan posisi kitab suci (termasuk al-Quran) di mata konstitusi. Tanpa harus menyebutka bahwa “dalam berbangsa dan bernegara, konstitusi menjadi pegangan”, semua komponen umat Islam selalu mematuhi konstitusi. Tidak perlu ada imbauan dari ketua BPIP.

Yudian memang menggunakan istilah “dalam bernegara”. Tetapi, frasa yang berbunyi “konstitusi di atas kitab suci” akan dimaknai oleh siapa pun (termasuk umat Islam dengan kitab suci al-Quran) sebagai ujaran yang merendahkan kitab suci itu. Sebab, bagi umat Islam, al-Quran adalah panduan suci, agung, dan tak boleh berubah. Yang datang langsung dari Allah SWT untuk urusan dunia-akhirat. Sedangkan konstitusi adalah pasal-pasal yang dibuat manusia sesuai keperluan duniawi.

Yudian pastilah paham kitab suci al-Quran sangat sensitif bagi umat. Meminta umat agar memposisikan al-Quran di bawah konstitusi, mutlak akan menyulut reaksi keras. Apalagi, ujaran ini dilontarkan tak lama setelah dia menteorikan “agama musuh terbesar Pancasila”.

Kenapa tiba-tiba Yudia mengusik posisi kitab suci di mata konstitusi? Padahal, dia sadar narasi “konstitusi di atas kitab suci” itu akan menimbulkan kegaduhan lagi bagi umat Islam.

Kita menjadi semakin ingin tahu, apakan Yudian mengeluarkan semua narasi tentang agama (Islam) musuh Pancasila dan kitab suci (al-Quran) di bawah konstitusi, hanyalah sekadar ingin menunjukkan bahwa dia memiliki visi dan misi untuk BPIP? Atau, mungkinkah ada pesanan dari berbagai pihak dan kelompok yang tidak ingin umat Islam kuat? Atau, apakah Yudian sendiri memang membenci Islam dan umat Islam?

Jika ditelusuri jejak akademisnya, Yudian disebut-sebut sebagai seorang intelektual Islam yang “hebat”. Dia doktor lulusan McGill University di Kanada. McGill terkenal sebagai sarang Islam liberal. Yudian adalah dosen pertama perguruan tinggi keislaman yang magang di Harvard Law School di Amerika Serikat (AS). Dia juga menjadi dosen di Tufts University, Massachusetts, juga di AS. Yudian ikut dalam Asosiasi Profesor Amerika.

Yudian disebut fasih berbahasa Arab. Dia bisa berbahasa Inggris dan Prancis. Menulis dan menerjemahkan banyak buku.

Prof Yudian pulang ke Yogyakarta dan menjadi rektor UIN Sunan Kalijaga. Di kampus ini pula, Abdul Aziz mempertahankan desertasi S3 tentang hubungan seks di luar nikah yang tidak haram kalau dilakukan di ruang pribadi atas dasar suka sama suka. Seperti diketahui, desertasi Abdul Aziz itu menyulut reaksi keras dari para ulama dan masyarakat Islam ketika kegaduhan itu terjadi Agustus 2019.

Tetapi, kata sejumlah penulis, Prof Yudian itu arogan atau sombong ketika berhadapan dengan lawan-lawan intelektualnya. Sebutlah ini semacam “kesombongan horizontal”. Kesombongan horizontal ini, konon, dia pamerkan dalam tulisan-tulisan yang ditujukannya kepada para akademisi lain yang sebidang dengannya.

Nah, mungkinkah kesombongan horizontal Yudian itu semakin subur begitu dia dilantik menjadi ketua BPIP? Ketika dia sekarang masuk ke ring satu Istana? Wallahu a’lam.

Yang jelas, dia sangat kental menempatkan Pancasila di atas agama Islam. Dan dia meminta agar umat Islam memposisikan al-Quran di bawah konstitusi. Gagasan ekstrem ini pastilah memunculkan kegaduhan. Publik menjadi resah karena dia sekarang mengepalai lembaga penting yang akan melahirkan “fatwa-fatwa” tentang keagungan Pancasila.

Yang dikhawatirkan, Prof Yudian sedang tergiring oleh kesombongan horizontalnya menuju kesombongan vertikal. Ini sangat menyeramkan. Sebab, kesombongan vertikal itu terarah ke Langit. Yaitu, kesombongan di depan Allah SWT. Semoga saja tidak.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Jum'at, 29 May 2020 16:23

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Jum'at, 29 May 2020 16:10

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

Jum'at, 29 May 2020 15:06

AS Tawarkan 3 Juta USD untuk Penangkapan Pemimpin Senior IS Abu Bakr Al-Gharib

AS Tawarkan 3 Juta USD untuk Penangkapan Pemimpin Senior IS Abu Bakr Al-Gharib

Jum'at, 29 May 2020 15:00

Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

Jum'at, 29 May 2020 14:25

Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Jum'at, 29 May 2020 14:00

Angkat Bekas Kontributor Playboy Jadi Dirut, Tagar #BoikotTVRI Bergema di Twitter

Angkat Bekas Kontributor Playboy Jadi Dirut, Tagar #BoikotTVRI Bergema di Twitter

Jum'at, 29 May 2020 13:52

Islamic State Kritik Para Ulama Karena Memihak Penutupan Masjid untuk Pencegahan Penyebaran Corona

Islamic State Kritik Para Ulama Karena Memihak Penutupan Masjid untuk Pencegahan Penyebaran Corona

Jum'at, 29 May 2020 13:15

Bekas Kontributor Majalah Playboy Diangkat Jadi Dirut, Sukamta: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Bekas Kontributor Majalah Playboy Diangkat Jadi Dirut, Sukamta: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Jum'at, 29 May 2020 12:37

DPR: New Normal Terburu-buru dan Mengkhawatirkan!

DPR: New Normal Terburu-buru dan Mengkhawatirkan!

Jum'at, 29 May 2020 11:30

Penerapan New Normal Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Penerapan New Normal Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Jum'at, 29 May 2020 10:25

"Istri Corona" Pak Mahfud

Jum'at, 29 May 2020 09:49

Ini Dia Rahasia Milyarder Menarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ini Dia Rahasia Milyarder Menarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Jum'at, 29 May 2020 09:42

Siti Fadilah Supari

Siti Fadilah Supari

Jum'at, 29 May 2020 08:50

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Halalbihalal Virtual

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Halalbihalal Virtual

Jum'at, 29 May 2020 08:35

Tren Frozen Food di Saat Pandemi Covid-19, Bagaimana Aspek Kehalalan dan Keamanannya?

Tren Frozen Food di Saat Pandemi Covid-19, Bagaimana Aspek Kehalalan dan Keamanannya?

Kamis, 28 May 2020 22:26

PKS: Pengaturan Soal Paten dalam RUU Ciptaker Kontradiktif

PKS: Pengaturan Soal Paten dalam RUU Ciptaker Kontradiktif

Kamis, 28 May 2020 21:34

7 Anggota Pasukan Afghanistan Tewas Dalam 'Serangan Taliban' Pertama Sejak Idul Fitri

7 Anggota Pasukan Afghanistan Tewas Dalam 'Serangan Taliban' Pertama Sejak Idul Fitri

Kamis, 28 May 2020 20:35

Dukung Target Pengujian Massal, RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

Dukung Target Pengujian Massal, RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

Kamis, 28 May 2020 20:30

Peran penting Ketahanan Ekonomi Syariah di Tengah Pandemi

Peran penting Ketahanan Ekonomi Syariah di Tengah Pandemi

Kamis, 28 May 2020 20:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X