Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.541 views

‘Amm Al-Wufud (Tahun Delegasi): Puncak Kemenangan dalam Sirah Nabi

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Segala sesuatu butuh proses untuk sampai ke puncak. Tidak terkecuali perjuangan nabi kita. Peristiwa Hudaibiyah, penaklukan Khaibar, penaklukan Makkah dan perang Hunain-Thaif hanyalah rangkaian demi rangkaian peristiwa demi menuju puncak.

Dalam sirah nabi kita, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ‘ammul wufud atau sanatul wufud ialah puncak kemenangan Islam. Tahun di mana suku-suku dari seantero jazirah Arab berbondong-bondong masuk Islam. Tentu ini kemenangan yang lebih besar daripada sekedar peperangan mengalahkan musuh, lantaran yang menjadi tujuan dari perkara wahyu ilahi adalah manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, serta mentauhidkanNya semata.

Sejenak kita tengok tahun 9 hijriyah, tahun berbunga-bunga bagi perkembangan Islam. Kantung-kantung paganisme Arab dijinakan, kekuatan Romawi -militer terkuat di bumi- ditaklukan, tipu daya kaum munafiq Madinah jua terbenam. Tahun 9 hijriyah boleh dibilang tahun Islam membumbung tinggi, kendati kita tidak boleh melupakan juga rangkaian peristiwa-peristiwa sebelumnya, sejak perjanjian Hudaibiyah sampai memasuki tahun 9.
Arti penting kemenangan-kemenangan pada tahun 9 H bukan hanya kemenangan gemilang: dikalahkannya kekuatan Romawi di utara Arab. Islam menang mengalahkan Romawi tanpa bertempur di perang Tabuk. Narasinya tidak hanya: citra Romawi sebagai bangsa yang memiliki balatentara terbaik di muka bumi pun musnah ketika kaum Muslimin bisa memenangkan citra tanpa peperangan. Akan tetapi jangan lupa juga: bangsa Arab adalah bangsa yang tidak memaafkan rasa pengecut, lantaran mereka gemar berperang satu sama lain sejak masa jahiliyah. Setelah Makkah menjadi bagian dari wilayah Islam, kini kekuatan terkuat muka bumi pun mundur tak berani menghadapi kegagahan para shahabat radhiyallahu ’anhum yang cuma punya 30 ribu prajurit.

Saat kaum Muslimin memamerkan kekuatannya di Tabuk, Romawi mundur dan menghentikan niatnya untuk memerangi kaum Muslimin di Madinah. Citra positif kaum Muslimin ini menjadi sebab berbondong-bondongnya bangsa Arab masuk Islam. Bahkan sebagian suku Judzam dan Bakr yang dikenal loyalis Romawi pun turut serta mengirimkan delegasinya, kendati sebelum ini pun sebagian suku-suku Kristen Arab di Utara juga telah ada yang memilih Islam sebagai imannya.

Kemenangan kaum Muslimin pasca perang Tabuk di tahun 9 hijriyah adalah kemenangan bargaining Islam. Kemenangan citra umat. Tapi itu belum cukup, Islam masih bisa lebih membumbung tinggi. Islam harus menuju puncak kejayaannya dalam konteks siroh nabawiyah. Menaklukan hati bangsa Arab menerima iman Islam, yang ditandai berbondong-bondongnya mereka menerima Islam.

Fathan Mubina yang menjadi topik utama dan pertama surat Al-Fath yang turun sesaat setelah perjanjian Hudaibiyah mengejewantah dalam maknanya yang berlapis-lapis. Fathan Mubina bisa mewujud dalam bentuk apa pun pencapaian umat Islam. Oleh karena itu wajar jika masalah penafsiran Fathan Mubina saja para ulama generasi salaf pun berbeda pendapat, kalau tidak perjanjian Hudaibiyah, ya Kemenangan Khaibar, ya Fathul Makkah, atau serangkaian peristiwa-peristiwa tersebut. Tanda besarnya: agama Allah tersyiarkan lebih luas lagi dan lebih kuat lagi. Ada satu hal yang harus dipahami, bahwa Fathan Mubina di masa Rasulullah mencapai puncaknya di masa ‘ammul wufud.

Jika bangsa Arab setelah itu sebagian murtad karena adanya gerakan nabi palsu seperti Aswad Al-Ansi dan Musailimah Al-Kadzdzab, itu karena keimanan yang belum tertancap dalam jiwa mereka. Selain itu, mereka pun keliru dalam memandang arti kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Buktinya sebagian dari mereka yang selamat, tidak terbunuh dalam perang riddah (termasuk Yamamah) ujungnya kembali kepada Islam. Kembali berjamaah dalam kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifatu Rasulillah.

Sejarawan Ibnu Ishaq menuturkan bahwa pengutusan delegasi suku-suku Arab kepada Nabi merupakan hasil dari jerih payah sebelumnya: “Seusai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menaklukan Makkah, dan selesai dari Perang Tabuk, orang-orang Tsaqif memeluk Islam dan berbaiat, datanglah utusan-utusan Arab dari segala penjuru arah kepada beliau,” demikian penuturan Ibnu Ishaq yang diriwayatkan dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, h. 725.

Maka itulah tahun 9 dikenal dengan tahun delegasi. Para delegasi dan utusan berbondong-bondong mewakili kaumnya untuk bersyahadat di hadapan sang Nabi, juga menegakkan janji setia loyal dengan kepemimpinan Madinah. Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya mengisahkan, “Abu Ubaidah bercerita kepadaku bahwa hal tersebut terjadi pada tahun 9 H dan bahwa sesungguhnya tahun itu disebut dengan sanatul wufud (tahun utusan).” Dalam tradisi keilmuwan Islam kadang juga disebut “’ammul wufud.”

Ibnu Ishaq sendiri memang menggambarkan jika bangsa Arab menanti hasil siapa yang menang dari adu kekuatan Quraisy dan kaum Muslimin. Bagi alam pikiran mereka, suku Quraisy adalah suku terkuat dan paling dihormati. Suku yang mengurus Baitullah, memiliki nasab paling mulia ke Nabi Ismail bin Ibrahim, serta penduduk tetap Tanah Haram Al-Mukarramah. Agama mereka adalah agama yang diridhai oleh Rabbul Ka’bah. Ini yang ada dalam benak bangsa Arab. Saat Nabi menaklukan Makkah, otomatis kantung-kantung paganisme pun bertekuk lutut, jadilah bangsa Arab berbondong-bondong masuk Islam tidak lama setelah tersiar kabar Islam menaklukan kota Makkah.

Ketika Islam menjadi agama di Makkah. Seluruh bangsa Arab pun mengikuti.
Rangkaian peristiwa ini lebih dipertegas lagi dengan menangnya mereka melawan bangsa Romawi di Tabuk.

Puncaknya bangsa Arab mengirim delegasinya masing-masing dan beriman. Di hadapan Rasulullah tanah Arab membersihkan wajah kusut peradaban jahiliyah dengan cahaya Islam. Benarlah kata Umar bin Khathtab, “Tidak ada sesuatu yang telah sempurna melainkan akan berkurang” dan perkataannya ini dibenarkan langsung oleh baginda Nabi. Nabi sendiri pernah menyatakan bahwa, “Setiap perkara ada sanamnya (puncaknya)”(HR Tirmidzi, Thabrani, Ibnu Hibban).

Puncak dari proses rangkaian perjuangan sejarah Nabi adalah ‘ammul wufud, sehingga diturunkannya surat an-nashr (surat puncak kemenangan Islam) pun pada peristiwa ini. Tengoklah ucapan Ibnu ‘Abbas, bahwa surat itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diberitahukan Allah Ta'ala kepadanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dianggap telah selesai tugasnya.

Pantas saja jika Umar bin Khaththab sampai menangis ketika tahu bahwa tugas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah selesai. Lalu, kapan puncak kemenangan Islam di generasi kita? Wallahu a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

* Ilham Martasyabana, penggiat Sirah Nabawiyah.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Jihad Fie Sabilillah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X

Kamis, 23/09/2021 07:59

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya