Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.159 views

Marital Rape, Nusyuz Istri dalam Balutan Liberalisme?

 

Oleh: Rochma Ambarwati

Belakangan ini, mencuat isu mengenai marital rape. Apa sebenarnya marital rape ini? Lantas, apa hubungannya dengan hukum syariat Islam.

Apa Itu Marital Rape?

Marital rape merupakan istilah yang digaungkan kalangan sekuleris dan gender untuk menyerang hukum-hukum Islam mengenai hak dan kewajiban suami istri serta untuk melemahkan lembaga perkawinan Islam.

Mencuatnya hal ini karena data yang ditemukan oleh Komnas Perempuan yang membeberkan sejumlah kasus mengenai pemerkosaan dalam rumah tangga, yaitu yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. "Berdasarkan Catatan Tahunan 2021, jumlah laporan terkait pemerkosaan terhadap istri adalah 100 kasus untuk 2020. Tahun 2019, data kasus mencapai 192 kasus yang dilaporkan," ucap komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini saat dihubungi, Senin (16/6/2021). (https://news.detik.com, 15 Juni 2021)

Sejatinya, perihal marital rape ini sudah diatur dalam Undang-Undang dan rancangannya yang menuai sejumlah kontroversi dari masyarakat. RUU KUHP yang mengancam suami 12 tahun penjara. Aturan tentang hal ini sudah ada dan diatur dalam UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

"Marital Rape (Perkosaan dalam Perkawinan) ditambahkan dalam rumusan Pasal 479 supaya konsisten dengan Pasal 53 UU 23/2004 tentang PKDRT, yaitu tindak pidana kekerasan seksual berupa pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap istri atau suami bersifat delik aduan," kata guru besar hukum pidana dari UGM, Prof Marcus Priyo Gunarto. (https://news.detik.com, 16 Juni 2021).

Pandangan Islam

Salah satu hak dan kewajiban suami dan istri adalah berkaitan dengan nafkah batin, yaitu hubungan seksual. Islam telah menggariskan bahwa hubungan seksual yang diperbolehkan adalah dalam hubungan suami istri. Bahkan, sudah menjadi tugas istri untuk melayani suaminya. Dan hal ini pun juga menjadi jalan bagi seorang wanita untuk mendapatkan ridhoNya Allah.

Bahkan, syariat ini telah memandang hubungan badan antara suami dan istri sebagai satu bentuk sedekah. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist Rasul yang berbunyi, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).

Selain itu, penunaian hak suami oleh istri ini bisa dimaknai sebagai usaha seorang laki-laki untuk mendapatkan apa yang halal dari istrinya yang menjadi bagian yang telah dihalalkan oleh syara’. Terlebih saat ini, memang sangat sulit bagi seorang pria untuk menundukan pandangan saat berada di masyarakat umum. Mengingat banyak sekali wanita yang gemar mengumbar auratnya di luar. Sebagaimana perintah Rasul kepada kaum pria, "Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu." (HR. Tirmidzi)

Inilah bentuk penjagaan Islam kepada kaum pria. Sehingga dirinya bisa terjaga yaitu dengan menunaikan hajatnya dengan istrinya. Lantas, bagaimana mungkin saat ini muncul istilah marital rape?

Balutan Liberalisme Untuk Nusyus Istri

Dalam surat An Nisa ayat 34, disebutkan, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Dalam ayat ini terdapat kata Nusyuz dimana kata ini dengan mudah dimaknai sebagai pembangkangan seorang istri terhadap suaminya. Hanya saja tidak semua jenis pembangkangan disebut nusyūz, sehingga perlu diketahui batasannya.

Perbuatan istri yang dapat digolongkan sebagai perbuatan nusyūz adalah keluar rumah tanpa izin, menolak tinggal bersama suami, menolak saat diajak berhubungan badan dan tidak menolak diajak setubuh tetapi menolak semua jenis istimtā‘ lainnya. Istimtā’ adalah bersenang-senang. Seorang suami yang melakukan istimtā’ kepada istri misalnya melakukan cumbuan, pelukan, ciuman, dan semisalnya. Jika seorang istri selalu taat saat diajak berhubungan badan, tetapi menolak dicium, menolak dicumbu, menolak dipeluk dan semua jenis istimtā’ lainnya, maka perbuatan seperti itu juga tergolong nusyūz.

Inilah bentuk nusyuz yang telah digariskan oleh syara’. Lantas bagaimana mungkin ketika Islam menggariskan istri untuk melayani suaminya bahkan mengkaterigokan nusyuz saat menolak untuk melayani suaminya di ranjang menjadikan hal ini sebagai satu tindakan yang melawan hukum bahkan diberikan ancaman penjara.

Bentuk Liberalisme Syariat Keluarga

Sejatinya, kalangan gender dan feminis sudah sejak lama berusaha untuk melemahkan syariat ini. Salah satunya adalah dengan memberikan image buruk pada syariat islam mengenai hak dan kewajiban yang dijalankan suami istri dalam rumah tangga. Saat ini, salah satunya adalah dengan mencuatkan isu mengenai marital rape ini.

Islam sungguh telah memberikan posisi yang tinggi bagi wanita, terlebih bagi seorang istri yang sudah berkhidmat kepada suaminya. Bahkan, Allah telah menjanjikan surga bagi istri, “Apabila seorang istri melaksanakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” (H.R.Ahmad) Inilah bukti Islam sangat menghargai posisi dan peran wanita di dalam rumah tangganya.

Dengan memahami tugas dan peran masing-masing di dalam rumah tangga, tentu akan menjauhkan segala bentuk kekerasan yang ada. kekerasan ini sangat dimungkinkan terjadi ketika rumah tangga ini tidak berlandaskan pada Islam. Suami dan istri tidak memiliki pemahaman yang menyeluruh dan benar mengenai tugas dan perannya dalam rumah tangga. Suami dan istri tidak menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Sehingga muncullah perselisihan yang dapat menghantarkan pada kekerasan dalam rumah tangga.

Untuk itu, sangatlah perlu bagi setiap individu Muslim untuk mendapatkan pemahaman ini dengan menyeluruh dan tepat. Negara pun memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan pendidikan pra-nikah kepada rakyatnya. Salah satunya adalah untuk menghindari adanya kekerasan dalam rumah tangga. Dengan menjadikan Islam sebagai landasan dalam rumah tangga, ketentraman tentu akan sangat memungkinkan bisa tercapai. Wallahu ‘alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Muhammad Sinwar: Menembakkan Rudal Ke Tel Aviv lebih Mudah Dari Pada Minum Air

Muhammad Sinwar: Menembakkan Rudal Ke Tel Aviv lebih Mudah Dari Pada Minum Air

Sabtu, 28 May 2022 21:05

 Ukraina Klaim Sedikitnya 30.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Awal Invasi

Ukraina Klaim Sedikitnya 30.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Awal Invasi

Sabtu, 28 May 2022 20:25

Arab Saudi Hasilkan 14,5 Trilyun Rupiah Perhari Dari Ekspor Minyak

Arab Saudi Hasilkan 14,5 Trilyun Rupiah Perhari Dari Ekspor Minyak

Sabtu, 28 May 2022 17:34

Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Bela Baitul Maqdis dengan Cara Ini

Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Bela Baitul Maqdis dengan Cara Ini

Sabtu, 28 May 2022 16:09

Aigoo! Merebak Fenomena Anak Jenius Palsu di Korea

Aigoo! Merebak Fenomena Anak Jenius Palsu di Korea

Sabtu, 28 May 2022 11:01

Pejabat: Arab Saudi Tidak Akan Cabut Larangan Penjualan Minuman Beralkohol

Pejabat: Arab Saudi Tidak Akan Cabut Larangan Penjualan Minuman Beralkohol

Jum'at, 27 May 2022 21:40

Dr. Salim: Syariat Islam di Aceh Harus Jadi Teladan

Dr. Salim: Syariat Islam di Aceh Harus Jadi Teladan

Jum'at, 27 May 2022 19:44

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Al-Quds yang Terzalimi

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Al-Quds yang Terzalimi

Jum'at, 27 May 2022 13:35

Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Kamis, 26 May 2022 22:55

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Kamis, 26 May 2022 21:25

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Kamis, 26 May 2022 16:07

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Kamis, 26 May 2022 15:05

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Kamis, 26 May 2022 11:33

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Kamis, 26 May 2022 10:20

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Kamis, 26 May 2022 09:07

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Kamis, 26 May 2022 08:56

Prabowo

Prabowo "Dibobodo"?

Kamis, 26 May 2022 07:28


MUI

Must Read!
X