Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.514 views

Jaga ‘Kewarasan’ Ibu, Bekal Melewati Badai Corona bersama Keluarga

Sekolah dari rumah yang lamanya sudah lebih dari dua minggu ini membuat para ibu darah tinggi. Anak-anak sudah pada kangen sekolah, tugas tiap mapel tiap hari bejibun, kebosanan semakin memuncak, dikit-dikit lapar bahkan rewel, benar-benar KLB alias Kondisi Luar Biasa. Kalau tidak disikapi dengan kepala dingin, bisa-bisa seluruh keluarga kena stress. Bagaimana tidak, kesehatan mental ibu adalah kunci sehatnya mental anggota keluarga yang lain.

Sekolah dari rumah seharusnya bukan memindahkan materi kurikulum di sekolah ke rumah. Bukan itu. Sayangnya, tidak semua guru memahami poin ini. Jadilah mereka memberi materi seolah-olah kondisi masih dalam tahap ‘wajar’. Parahnya, guru hanya memberi tugas ini dan itu tanpa menjelaskan materi tersebut. Walhasil para ibu di rumah yang kena batunya lagi. Anak bertanya padahal si ibu juga sama tak pahamnya. Si ibu pun emosi. Hal ini bisa diketahui dari maraknya percakapan WA bersileweran di medsos tentang para ibu yang protes akan kondisi ini dengan penuh emosi. Duh, kasihannya para ibu.

Bayangkan saja, anak sekolah dari rumah dan suami pun bekerja dari rumah. Anak dan suami sibuk menghadap laptop. Si ibu yang seharusnya bisa tenang dan menikmati ‘me time’ saat  mereka berada di sekolah dan kantor masing-masing, saat ini harus bersama 24 jam dikali sekian hari dan minggu. Pekerjaan rumah yang notabene tak ada habisnya, ditambah dengan tuntutan peran ibu mengajari anak di rumah. Belum lagi kondisi banyak penjual makanan matang pulang kampung karena efek Corona, si ibu pun harus berjibaku mengolah makanan sendiri. Betapa lelah jiwa raga ini.

Pantas bila ibu pun berubah jadi monster galak saat mengajari anak di rumah. Anak pun makin tantrum dan kangen dengan ibu guru di sekolah yang lembut dan baik hati. Si ibu yang tahu dan merasa tak dihargai semakin emosi, tak sabaran dan mudah marah. Dia pun berharap kapan badai Corona ini berlalu sehingga dia bisa menikmati bobok siang lagi dan beristirahat sejenak, sebelum bertemu lagi dengan buah hati dan suami tercinta.

Itu masih dari sisi ibu yang bisa dibilang cukup secara ekonomi dalam menghadapi badai Corona ini. Bagaimana dengan ibu yang penghasilan suami didapat dengan kerja harian, rumah ukuran RSSSSS (Rumah Sangat Sempit Sehingga Selonjor pun Susah Sekali)? Untuk dimakan hari itu saja tidak ada, karena suami tidak ada pemasukan. Belum lagi rengekan anak minta kuota karena harus segera mengumpulkan tugas. Larangan keluar rumah bila tidak perlu sangat susah diterapkan. Ke mana pun mereka bergerak, pasti bertatapan dengan anggota keluarga lainnya. Tidur, masak, belajar, bekerja (bila mungkin) dilakukan di ruangan yang sama. Sungguh, satu perjuangan tersendiri bagi para ibu untuk menjaga ‘kewarasan’ diri sebelum mewaraskan anggota keluarga lainnya.

Karena itulah diperlukan langkah-langkah tertentu agar kita semua bisa melewati badai Corona ini dengan sehat sentausa.

Agar tak stress, turunkan standar. Anak selalu menjadi prioritas pertama bagi ibu. Tak perlu harus sempurna dalam mengerjakan tugas. Biarkan anak mengerjakan semampunya, ibu pun membantu sebisanya. Bila tak bisa? Maka tak usah spaneng dan bawa santai saja. Yang penting ciptakan suasana nyaman dalam keluarga. Kedekatan batin dan kepercayaan anak bahwa ibu menyayanginya menjadi kunci penting di masa sulit ini. Kok bisa?

Saat belum ada uang untuk membeli kuota, anak akan tenang karena percaya bahwa ibu akan mengupayakan terbaik nantinya. Bisa diajak numpang wifi tetangga, bertanya tugas pada teman dekat rumah yang satu sekolah, atau bahkan ikut nongkrong sebentar di warung giras yang memberi wifi gratisan.

Anak juga tenang karena ibu tak marah-marah saat dia tak bisa mengerjakan tugas. Lha mau bagamana lagi, lha wong si ibu juga tak bisa ngajari. Yang penting anak tetap dalam kondisi mau belajar dan mengerjakan tugas bisa mungkin dengan riang gembira. Karena kondisi psikis ini adalah anti virus ampuh agar keluarga tetap sehat sejahtera.

Bagaimana dengan suami yang tak ada pemasukan? Pahami dulu bahwa rezeki itu bukan hanya berbentuk uang. Saat ini seluruh anggota keluarga sehat, itu rezeki tersendiri. Terbukanya pintu rezeki juga bukan hanya dari bekerja. Dia bisa dibuka dengan banyak istigfar, sedekah, bakti pada orang tua dan perbanyak ibadah sunah. Bukan tidak mungkin, ada tetangga sebelah rumah mengetuk pintu mengantarkan sayur dan lauknya. Bukan mustahil, teman lama yang tiap ditagih utang selalu alasan tiba-tiba datang membayar tanpa diminta. Banyak kejadian, teman yang sepertinya cuma kenal di medsos, tiba-tiba inbox tanya no rekening atau alamat rumah. Bantuan berupa sembako untuk bertahan hingga seminggu ke depan ada di tangan saat itu juga.

Kondisi saat ini memang sedang berat dan sulit. Tapi yakinlah selama masih ada umur, rezeki selalu punya jalan untuk datang. Tinggal di rumah saja dengan kondisi serba terbatas memang mudah melunturkan kesabaran. Kekompakan antar anggota keluarga untuk saling menguatkan dan menasehati dalam kesabaran menjadi kunci bisa terlaluinya masa ini dengan baik, insya Allah. Jadi tetap semangat ya, Bu! (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X