Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.375 views

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

JAKARTA (voa-islam.com)--Survei lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengungkapkan bahwa rasa khawatir tertular Covid-19 membuat 83,7 persen masyarakat membatalkan rencana bepergian pada puncak gelombang kedua, Juli 2021 lalu.

“Kekhawatiran tersebut juga menyebabkan 80,1 persen responden pernah menolak ajakan kumpul-kumpul atau pertemuan sosial, dan bahkan menolak kedatangan orang yang hendak berkunjung ke rumah mereka,” tutur Yusuf, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (15/09/2021).

Yusuf menambahkan bahwa dalam 3 bulan terakhir kekhawatiran tertular virus Covid-19 membuat 87,9 persen responden mengaku pernah mengenakan masker medis ganda atau alat pelindung diri yang lebih ketat ketika berada di tempat umum.

Survei tentang pengalaman ketidakamanan pandemi (pandemic insecurity experience) itu digelar IDEAS secara daring pada 29 Juli–30 Agustus 2021 dan berhasil mendapatkan 1.764 responden yang tersebar di 33 provinsi dan 209 kabupaten-kota.

Meski demikian, survei tersebut didominasi kelas menengah yaitu 88,2 persen responden berpendidikan diatas SMA (diploma, S1 dan S2-S3) dan 45,2 persen responden berpenghasilan rata-rata diatas Rp 5 juta per bulan.

Serta didominasi masyarakat perkotaan Jawa dimana 87,1 persen responden bertempat tinggal di Jawa dengan 57,7 persen diantaranya berlokasi di Jabodetabek.

“Temuan survei kami menunjukkan bahwa kekhawatiran tertular virus yang dirasakan masyarakat di tengah pandemi yang tidak terkendali adalah nyata dan serius,” ujar Yusuf.

Dalam pandemic insecurity experience scale yang dikembangkan IDEAS, kekhawatiran masyarakat tertular virus di tengah pandemi yang tidak terkendali diukur dengan 3 indikator.

Indikator tersebut yaitu mengenakan alat pelindung diri yang lebih ketat di tempat umum, membatalkan rencana bepergian dan menolak ajakan pertemuan sosial. Dengan 3 indikator ini, kekhawatiran masyarakat tertular virus Covid-19 di tengah gelombang ke-2 terkonfirmasi secara amat kuat.

“Sebesar 95,3 persen responden mengaku pernah mengalami setidaknya salah satu dari 3 indikator diatas, dengan 69,4 persen diantaranya mengaku pernah mengalami 3 indikator diatas sekaligus,” ucap Yusuf.

Dari Survei Pengalaman Ketidakamanan Pandemi ini juga terungkap, selain menderita karena kekhawatiran yang tinggi tertular virus, masyarakat juga banyak menderita karena terdampak oleh lumpuhnya sistem kesehatan di puncak gelombang kedua.

“Dalam 3 bulan terakhir, sebanyak 51,6 persen responden mengaku diri atau anggota keluarga-nya pernah membatalkan rencana pergi untuk berobat ke Puskesmas atau RS karena mendapat berita bahwa Puskesmas atau RS penuh dengan Covid-19,” papar Yusuf.

Yusuf menambahkan sebanyak 25,1 persen masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar dan layanan kesehatan non Covid-19 pada puncak gelombang kedua, Juli 2021 lalu.

Layanan dasar yang dimaksud seperti imunisasi anak atau persalinan ibu hamil, sedangkan layanan kesehatan non Covid-19 seperti ISPA, demam berdarah, diabetes, atau stroke.

“Lebih jauh, 15 persen responden bahkan mengaku diri atau anggota keluarganya pernah gagal mendapatkan layanan kesehatan dasar atau layanan kesehatan non Covid-19 dikarenakan RS penuh dengan pasien Covid-19,” pungkas Yusuf.

Dalam pandemic insecurity experience scale yang dikembangkan IDEAS, lumpuhnya sistem kesehatan di tengah pandemi yang tidak terkendali diukur dengan 3 indikator.

“Pertama, membatalkan rencana pergi berobat ke RS. Kedua, kesulitan mendapatkan layanan kesehatan di RS dan ketiga adalah gagal mendapat layanan kesehatan karena RS penuh dengan pasien Covid-19,” kata Yusuf.

Sebanyak 60,9 persen responden mengaku pernah mengalami setidaknya salah satu dari 3 indikator diatas, dengan 8,5 persen diantaranya mengaku pernah mengalami 3 indikator diatas sekaligus.

“Dengan 3 indikator ini, tergambar penderitaan masyarakat karena lumpuhnya sistem kesehatan di tengah gelombang ke-2 terkonfirmasi cukup kuat,” tutup Yusuf.*[Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Rabu, 27 Oct 2021 07:47

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Rabu, 27 Oct 2021 07:37

Menag dan Kegaduhan

Menag dan Kegaduhan

Selasa, 26 Oct 2021 23:28

Hamas Serukan Penduduk Yerusalem Lawan Israel Terkait Pembongkaran Makam Al-Yusufiya

Hamas Serukan Penduduk Yerusalem Lawan Israel Terkait Pembongkaran Makam Al-Yusufiya

Selasa, 26 Oct 2021 22:13

Pemain Kriket Muslim India Jadi Sasaran Pelecehan Setelah Timnya Dikalahkan Pakistan

Pemain Kriket Muslim India Jadi Sasaran Pelecehan Setelah Timnya Dikalahkan Pakistan

Selasa, 26 Oct 2021 22:00

Anis Tegaskan PKS Fokus Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Anis Tegaskan PKS Fokus Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 26 Oct 2021 21:16

Mustafa Kemal Attaturk Tidak Sekuler

Mustafa Kemal Attaturk Tidak Sekuler

Selasa, 26 Oct 2021 21:00

Pemerintah Waspadai Varian Baru Corona AY.4.2 dari Inggris

Pemerintah Waspadai Varian Baru Corona AY.4.2 dari Inggris

Selasa, 26 Oct 2021 16:15

Legislator PKS Desak Pemerintah Investigasi Tabrakan LRT

Legislator PKS Desak Pemerintah Investigasi Tabrakan LRT

Selasa, 26 Oct 2021 15:54

Selamat Hari Santri, Saatnya Video Menjadi Dakwah Utama

Selamat Hari Santri, Saatnya Video Menjadi Dakwah Utama

Selasa, 26 Oct 2021 13:07

Mantan Pejabat Intelijen Saudi Saad Aljabri Sebut Mohammed Bin Salman 'Pembunuh Dan Psikopat'

Mantan Pejabat Intelijen Saudi Saad Aljabri Sebut Mohammed Bin Salman 'Pembunuh Dan Psikopat'

Selasa, 26 Oct 2021 09:45

Stop Ashobiyah Qaumiyah

Stop Ashobiyah Qaumiyah

Selasa, 26 Oct 2021 08:58

Mau Profit Bisnis Kuliner Meningkat? Intip Bocoran 26 Resep ini

Mau Profit Bisnis Kuliner Meningkat? Intip Bocoran 26 Resep ini

Selasa, 26 Oct 2021 08:30

Menag Sebut Kemenag Hadiah Untuk NU, Kader Muda PERSIS: Ahistoris

Menag Sebut Kemenag Hadiah Untuk NU, Kader Muda PERSIS: Ahistoris

Selasa, 26 Oct 2021 08:05

Mengapa Jokowi Butuh Ganjar?

Mengapa Jokowi Butuh Ganjar?

Selasa, 26 Oct 2021 04:29

Peringatan Hari Santri Harus Terus Menginspirasi Semangat Jihad Mengisi Kemerdekaan

Peringatan Hari Santri Harus Terus Menginspirasi Semangat Jihad Mengisi Kemerdekaan

Senin, 25 Oct 2021 23:10


MUI

Must Read!
X

Ahad, 24/10/2021 11:22

Me Time