Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.616 views

Konflik Palestina-Israel, Bukan untuk Diratapi Tapi Diakhiri

 

Oleh: 

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

ISRAEL jahat. Iya! Dalam 11 hari, serangan Israel telah membunuh 232 orang, melukai 1.900 warga, mengusir 75.000 penduduk dari rumah, dan merobohkan lebih dari 500 bangunan. Ini angka yang diumumkan. Yang tidak diumumkan terkadang lebih banyak. Mereka  yang meninggal, terluka dan diusir diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. Ini tentu sebuah kejahatan besar. Dan kita sepakat soal ini! 

Serangan ini bukan pertama kali. Ini sudah puluhan kali sejak 1948 Israel menguasai Palestina. Sudah ratusan ribu orang meninggal dalam akumulasi penyerangan yang seringkali terjadi di wilayah Palestina, khususnya Jalur Gaza. 

Setiap Israel menyerang, media gencar memberitakan. Sekian orang yang mati, sekian orang yang terluka, sekian rumah yang roboh, sekian penduduk yang mengungsi. Berita ini semacam ritual sekian tahun setiap Israel menyerang. Seolah seperti kaset yang disetel ulang, dengan variasi angka yang berubah. 

Dunia mengutuk, masyarakat sedih, lalu di berbagai belahan dunia ada protes di jalanan, mengucapkan belasungkawa dan berdonasi. Fenomena ini sudah jadi semacam tradisi. Bahasa kerennya: "human ethics". 

Ini bagus, dan harus terus dilakukan sebagai ekspresi kemanusiaan, sekaligus mencegah dunia ini makin rusak karena perang. Ini bukan semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat Palestina, tapi ini keoentingan seluruh umat manusia di dunia dalam menjaga bumi agar tidak cepat punah karena perang. 

Namun, satu hal yang menjadi pertanyaan: apakah sikap protes di jalan, ucapan belasungkawa, kumpulkan bantuan, akan menghentikan penyerangan Israel? Untuk sementara, iya. Tapi, tidak seterusnya. Setelah itu, sekian bulan atau sekian tahun berikutnya, Israel akan menyerang lagi. Meski tanpa alasan rasional dan tanpa didahului ketegangan. Demi untuk mengenang masa lalu, nyerang. Gila bukan? Ini tidak akan terjadi kecuali dilakukan oleh penjahat perang. 

Tidak terlihat ada upaya yang terukur dan bisa menghentikan penyerangan Israel ke warga Palestina secara permanen. Yang terjadi hanya menghentikan sementara, tepatnya menunda sampai waktu yang tidak ditentukan. 

Kenapa penyerangan Israel itu tidak dihentikan secara permanen? Ada sejumlah persoalan. Pertama, ada konflik internal di Palestina. Hamas sebagai kelompok kanan militan dan Fatah yang sekuler tidak kompak. Kalau di internal tidak kompak, gimana mau merdeka? 

Kedua, kemampuan perang Palestina, terutama Hamas, kalah jauh dari Israel. Baik skill, anggaran maupun peralatan perangnya. Khusus alutsista, milik Hamas tentu masih kalah canggih dari Israel. 

Ketiga, OKI yang notabene menjadi organisasi negara-negara muslim yang peduli pada konflik Israel-Palestina, juga tidak kompak dalam bersikap. Sebagian masih mendukung Israel. Sehingga, organisasi ini tidak mampu mengendalikan dan memberikan tekanan. 

Keempat, konflik Israel- Palestina tidak benar-benar mau diselesaikan, baik oleh PBB, maupun organisasi dunia yang lain. Serang, mati, belasungkawa, bantu. Terus menerus ritmenya seperti ini. Mau sampai kapan?

Jika Hamas dan Fatah bersatu, lalu mengembangkan skill perang dan peralatan yang canggih, mampu melakukan lobi dan deplonasi internasional yang kuat, maka harapan untuk merdeka akan terbuka. Ingat, kemerdekaan itu direbut, bukan diminta.

Tapi, jika Palestina tetap bertahan dalam situasi yang ada, puas dengan kekuasaan kecil yang diperebutkan dan dibagi-bagi antar faksi, maka kemerdekaan hanya akan bergantung pada doa.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56


MUI

Must Read!
X