Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.487 views

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

 

Oleh: Hasrianti

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keberagaman agama dan kepercayaan yang multikultural. Kerukunan beragama sebagai bentuk keserasian yang diupayakan agar saling memahami dan menghargai peran dan tugas masing-masing untuk membangun masyarakat dan negara yang harmonis.  Namun, keberagaman tersebut tidak selalu berjalan dengan baik berbagai konflik dalam kerukunan beragama kerap terjadi.

Seperti yang terjadi di Medan, Masjid Al Amin di Jalan Belibis, Percut Sei Tuan, mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas Masjid. Selain di Medan, telah terjadi juga aksi perusakan terhadap Masjid Al Hidayah yang berada di Perum Agape Kelurahan Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Suawesi Utara. Hal ini memicu reaksi umat islam tak hanya Sulut, tetapi juga umat Islam di Poso (31/1/2020).

Aksi perusakan masjid di Minahasa bukanlah kasus pertama kalinya, melainkan salah satu dari deretan kasus yang pernah terjadi di Indonesia.  Perusakan Masjid tersebut membuat Menteri Agama Fachrul Razi bersuara meskipun bernada biasa saja menanggapi masalah tersebut.

Ia mengatakan bahwa Indonesia sebagai mayoritas muslim memungkinkan untuk memiliki tempat ibadah yang jumlahnya banyak dan tersebar di berbagai wilayah. Meskipun yang dirusak hanya satu, lantas itu tidak harus dipermasalahkan. Selain itu sebetulnya kasus yang ada, kita bandingkan lah ya, rumah ibadah di Indonesia ada berapa juta sih? Kalau ada kasus 1-2 itu kan sangat kecil," kata Fachrul di Kota Bogor, sebagaimana dikutip oleh republika.co.id.

Pernyataan  tersebut  dinilai tidak tepat, kasus yang terjadi bukanlah melihat sedikit banyaknya jumlah pengrusakan yang dilakukan oleh minoritas atas tempat ibadah umat Islam, melainkan mereka lakukan merupakan hal yang menganggu kerukunan beragama dan mengikis toleransi dalam hal kebebasan melakukan aktivitas keagamaan.

Lemahnya Hukum Negeri

Berkaca dari beberapa kejadian pengrusakan tempat ibadah umat Islam hal ini menunjukkan ketidakmampuan sistem demokrasi dalam mewujudkan ketertiban kerukunan umat beragama. Pemerintah juga  tidak mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku minoritas. Justru ketika pemerintah tidak tegas membuat hal serupa akan terus berulang.

Seharusnya hal ini ditindak tegas dengan memberikan hukuman yang bisa membuat para pelaku jera sehingga perbuatan yang sama tidak terjadi lagi. Namun, yang terjadi tidak demikian, hasilnya bisa kita lihat dengan semakin massifnya pengrusakan tempat ibadah umat Islam sampai hari ini. Bukti gagal sistem sekuler-demokrasi mewujudkan kerukunan beragama.

Toleransi dan HAM hanya Ilusi

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Anton Tabah Digdoyo turut berkomentar. Ia Mengatakan bahwa terjadinya miskomunikasi antar umat agama menjadi penyebab sering terjadinya perusakan rumah ibadah. Kasus tersebut mesti membuka mata pemerintah, siapa yang intoleran dan radikal. Karena selama ini selalu menuduh umat Islam (intoleran). “Faktanya bagaimana? Siapa yang radikal? Siapa intoleran? Buktinya mereka merusak masjid yang sangat diperlukan umat Islam di tempat tersebut.”  

Aneh tapi nyata di negeri ini ketika Islam menjadi objek, suara kecaman dari para tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) seakan bungkam sama sekali tak terdengar. Akan tetapi jika yang menjadi objek  perusakan rumah ibadah ialah  nonmuslim dan aliran kepercayaan, mereka malah mati-matian memperjuangkan untuk mendapatkan keadilan. Alhasil, tuduhan tak berdasar tak jarang muncul untuk menyasar islam terkhusus pada beberapa gerakan Islam yang mereka anggap pelaku intoleran.

Teriakan intoleransi hanya menohok kepada Islam sebagai mayoritas yang seolah tidak memberikan ruang kebebasan bagi  minoritas. Sementara jika mereka yang minoritas sebagai pelakunya tidak ada sebutan intoleransi, hanya disebut terjadi kesalahpahaman umat beragama.

Ketidakberdayaan negara dalam menyelesaikan berbagai kasus perusakan rumah ibadah, menjadi gambaran bahwa penguasa saat ini gagal memberi rasa aman secara total  bagi setiap warga negaranya dalam menjalankan kewajiban sebagai umat beragama.

Masih ingatkah kita kasus pembakaran Masjid di Tolikara, Papua? Pengrusakan ini dilakukan oleh kelompok nonmuslim dengan tujuan melarang umat Islam beribadah. Tindakan intoleran ini anehnya justru mendapat sambutan luar biasa di istana.

Indonesia disebut sebagai negara yang mengagungkan demokrasi  dan hak asasi manusia, benteng Islam moderat, dan role model demokrasi di dunia Muslim. Faktanya, justru Indonesia menuju pada kehancuran karena senjatanya sendiri yakni demokrasi. Demokrasi Indonesia sedang dalam keadaan sakit dan mendekati bunuh diri. Penguasa tak menyadari bahwa kerusakan terus dihasilkan karena bobroknya sistem demokrasi.

Sesungguhnya HAM tak lain berasal dari Barat, mereka memoles HAM dengan penjabaran bahwa keberadaan HAM akan melindungi setiap hak rakyat. Lagi-lagi penguasa membuka ruang lebar, dan umat tidak menyadari akan tipu daya tersebut. Namun, sesuatu yang mudharat tetap akan melemah dengan sendirinya, Barat  di satu sisi ingin mengekspor ide HAM ke negeri-negeri muslim, di sisi lain justru mereka yang menginjak-injak HAM mereka sendiri.

Saat ide ini dijajakan di negeri-negeri Islam, tidak lebih dari sekadar untuk menghancurkan entitas masyarakat muslim yang memiliki identitas islam yang khas, sekaligus sebagai legitimasi untuk mempercantik ide-ide Barat yang sebenarnya sudah rusak. Maka dengan keberadaan HAM, mustahil konflik antar agama dapat selesai secara total. Masihkah kita mau dilenakan dengan ide-ide Barat?  

Sistem Islam Menjaga Kerukunan Beragama

Islam dengan segala aturannya yang bersifat komperhensif mampu menjaga kerukunan beragama. Kaum muslim justru pernah mencetak sejarah gemilang yang mencatat kerukunan umat beragama selama 14 abad lamanya. Di bawah naungan Khilafah ribuan bahkan ratusan ribu suku, agama, kepercayaan dan kabilah hidup dengan damai, rukun, dengan toleransi yang luar biasa dan belum pernah ada dalam sejarah peradaban mana pun kecuali peradaban Islam.

Salah satunya di Spanyol, lebih dari 800 tahun lamanya pemeluk Islam, Kristen, dan Yahudi hidup berdampingan dengan damai dan tenang selama era Khilafah Bani Umayyah.

Sejarah Islam yang panjang, tidak ditemukan kasus penindasan yang dilakukan oleh umat Muslim terhadap umat lainnya. Bahkan ketika umat Muslim berkuasa melalui sistem Kekhilafahan di dunia, tidak ada pemaksaan terhadap umat lainnya untuk memeluk Islam. Umat non-Muslim tetap dilindungi untuk melaksanakan aktivitas ibadah sesuai agama mereka. Pun ketika ada penindasan maka penguasa akan segera menyelesaikannya, dan tidak akan terjadi berulangkali.

Sejarah juga mencatat di masa Khalifah Umar bin al-Khaththab pada tahun 636 M menandatangani Perjanjian Aelia dengan kaum Kristen di Jerusalem. Sebagai pihak yang menang perang, Khalifah Umar tidak melakukan pembantaian terhadap umat Kristen. Khalifah Umar telah memimpin suatu penaklukan yang sangat damai dan tanpa tetesan darah yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah Jerusalem. Ketika kaum Kristen menyerah, tidak ada pembunuhan di sana maupun penghancuran bangunan, pembakaran simbol-simbol agama lain, dan pengusiran ataupun perampasan hak.Tidak ada pemaksaan terhadap penduduk Jerusalem untuk memeluk Islam.

Maka, selama negeri-negeri kaum muslimin termasuk Indonesia masih menerapkan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya, kerukunan umat beragama sulit untuk diwujudkan. Hanya Islam satu-satunya yang telah terbukti mampu menjaga kerukunan umat beragama dalam naungan sistem islam. Wallahualam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 29 Mei 2020 Infografis Covid-19

Jum'at, 29 May 2020 16:23

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Helmy Yahya Dipecat karena Liga Inggris Bukan Budaya Bangsa, Warganet: Playboy Budaya Bangsa?

Jum'at, 29 May 2020 16:10

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

Jum'at, 29 May 2020 15:06

AS Tawarkan 3 Juta USD untuk Penangkapan Pemimpin Senior IS Abu Bakr Al-Gharib

AS Tawarkan 3 Juta USD untuk Penangkapan Pemimpin Senior IS Abu Bakr Al-Gharib

Jum'at, 29 May 2020 15:00

Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

Kemenag Susun Protokol Kesehatan di Pesantren

Jum'at, 29 May 2020 14:25

Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Jum'at, 29 May 2020 14:00

Angkat Bekas Kontributor Playboy Jadi Dirut, Tagar #BoikotTVRI Bergema di Twitter

Angkat Bekas Kontributor Playboy Jadi Dirut, Tagar #BoikotTVRI Bergema di Twitter

Jum'at, 29 May 2020 13:52

Islamic State Kritik Para Ulama Karena Memihak Penutupan Masjid untuk Pencegahan Penyebaran Corona

Islamic State Kritik Para Ulama Karena Memihak Penutupan Masjid untuk Pencegahan Penyebaran Corona

Jum'at, 29 May 2020 13:15

Bekas Kontributor Majalah Playboy Diangkat Jadi Dirut, Sukamta: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Bekas Kontributor Majalah Playboy Diangkat Jadi Dirut, Sukamta: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Jum'at, 29 May 2020 12:37

DPR: New Normal Terburu-buru dan Mengkhawatirkan!

DPR: New Normal Terburu-buru dan Mengkhawatirkan!

Jum'at, 29 May 2020 11:30

Penerapan New Normal Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Penerapan New Normal Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Jum'at, 29 May 2020 10:25

"Istri Corona" Pak Mahfud

Jum'at, 29 May 2020 09:49

Ini Dia Rahasia Milyarder Menarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ini Dia Rahasia Milyarder Menarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Jum'at, 29 May 2020 09:42

Siti Fadilah Supari

Siti Fadilah Supari

Jum'at, 29 May 2020 08:50

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Halalbihalal Virtual

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Halalbihalal Virtual

Jum'at, 29 May 2020 08:35

Tren Frozen Food di Saat Pandemi Covid-19, Bagaimana Aspek Kehalalan dan Keamanannya?

Tren Frozen Food di Saat Pandemi Covid-19, Bagaimana Aspek Kehalalan dan Keamanannya?

Kamis, 28 May 2020 22:26

PKS: Pengaturan Soal Paten dalam RUU Ciptaker Kontradiktif

PKS: Pengaturan Soal Paten dalam RUU Ciptaker Kontradiktif

Kamis, 28 May 2020 21:34

7 Anggota Pasukan Afghanistan Tewas Dalam 'Serangan Taliban' Pertama Sejak Idul Fitri

7 Anggota Pasukan Afghanistan Tewas Dalam 'Serangan Taliban' Pertama Sejak Idul Fitri

Kamis, 28 May 2020 20:35

Dukung Target Pengujian Massal, RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

Dukung Target Pengujian Massal, RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

Kamis, 28 May 2020 20:30

Peran penting Ketahanan Ekonomi Syariah di Tengah Pandemi

Peran penting Ketahanan Ekonomi Syariah di Tengah Pandemi

Kamis, 28 May 2020 20:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X