Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.872 views

Oksigen Habis, Pasien Finish?

 

Oleh: Aegustinawati, S.Pd.

 

Sungguh miris. Di tengah suasana panik dan duka akibat pandemi Covid-19, kepiluan masyarakat masih harus bertambah. Kabar habisnya oksigen di sejumlah rumah sakit akhir pekan lalu benar-benar menyesakkan dada. Menambah panjang deret luka warga di tengah pandemi.

Hingga Minggu (4/7/2021) tercatat 63 orang pasien meninggal dunia di RSUP dr. Sardjito. Kematian puluhan pasien disinyalir terjadi karena kurangnya pasokan oksigen ke rumah sakit rujukan utama pasien Covid-19 di DIY itu (nasional.tempo.co: 4/7/2021). Tragisnya lagi, masih dari sumber yang sama, puluhan pasien meninggal tersebut belum dapat dimakamkan karena masih menunggu antrean pengolahan data jenazah yang menumpuk di bagian forensik rumah sakit.

Kabar kurangnya stok oksigen di rumah sakit tidak hanya datang dari RSUP dr. Sardjito, tetapi dari sejumlah rumah sakit di daerah lainnya. Sejumlah rumah sakit di Bandung misalnya juga mengalami hal yang sama. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengungkapkan bahwa ada dua rumah sakit yang menutup sementara pelayanan IGD bagi pasien Covid-19. Hal ini disebabkan minimnya pasokan oksigen ke dua rumah sakit tersebut (republika.id, 3/7/2021).

Masyarakat tentu sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Di tengah situasi panik menghadapi pandemi, semestinya pemerintah fokus pada penyediaan sarana vital di fasilitas-fasilitas kesehatan agar situasi tak menjadi semakin runyam. Namun, realitanya masyarakat masih harus menelan pil pahit penanganan pandemi yang seolah setengah hati. Kekurangn pasokan oksigen makin menambah panjang daftar korban pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 2,26 juta jiwa terinfeksi dengan korban meninggal dunia mencapai 60.027 jiwa.

Padahal sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meyakinkan bahwa stok oksigen dalam posisi aman. Menkes menjelaskan bahwa penyalur oksigen di Indonesia telah menyampaikan komitmen untuk mengalihkan kapasitas oksigen industri ke oksigen medis. Meski demikian, Menkes mengakui bahwa ada kendala terkait masalah oksigen untuk pasien di rumah sakit yakni pada pendistribusian. Menkes juga menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan oksigen disebabkan berhentinya produksi pabrik karena aliran listrik yang terganggu (detikhealth, 25/6/2021).

Liberalisasi Industri Kesehatan Pangkal Kerusakan

Kelangkaan pasokan oksigen di tengah situasi pandemi tak terlepas dari sistem kesehatan yang ada. Kerumitan persoalan penyediaan sarana prasarana kesehatan merupakan buah dari diterapkannya liberalisasi industri kesehatan di negeri ini. Penyerahan penyediaan sarana kesehatan kepada swasta telah membuat kesehatan menjadi komoditi bisnis yang tentu saja berorientasi profit.

Pelayanan kesehatan tak lagi berorientasi pada terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat untuk memperoleh kesehatan. Padahal dalam pasal 28H UUD 1945 ayat 1 ditegaskan bahwa setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Namun, tampaknya masyarakat masih bermimpi saja untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu.

Kekacauan pendistribusian oksigen medis termasuk pengaturan komposisi penggunaan oksigen medis dan industri menunjukkan lemahnya peran pemerintah dalam sistem kesehatan. Liberalisme sebagai turunan dari sistem kapitalisme memang meniscayakan hal ini. Peran dan fungsi pemerintah sengaja dikebiri karena pemilik modallah yang akan menentukan lahirnya kebijakan. Mulai dari tahap produksi sampai distribusi semua dikuasai korporasi. Pemerintah hanya tinggal mengeluarkan regulasi. Itu pun telah melalui serangkaian proses intervensi dari para pemilik korporasi.

Walhasil, pemerintah seolah berada di posisi yang amat lemah dan tak bisa berbuat banyak saat sejumlah persoalan terjadi di lapangan. Pemerintah perlu bernegosiasi dengan korporasi terlebih dahulu untuk dapat menyelesaikan problema yang ada tentu dengan mempertimbangkan kepentingan para pelaku usaha agar tetap bisa terfasilitasi. Pada akhirnya, nasib rakyatlah yang dipertaruhkan. Tak heran jika banyak korban jiwa melayang dalam kasus pasokan oksigen yang tidak stabil hari ini.

Di saat yang sama, liberalisasi di bidang ekonomi telah turut menambah parah situasi. Penyerahan aset-aset penting negara berupa sumber daya alam yang melimpah ruah kepada swasta bahkan asing telah membuat negeri ini kehilangan kemampuan untuk membiayai kebutuhan rakyatnya termasuk kesehatan. Masyarakat harus menanggung sendiri semua biaya kesehatan yang dibutuhkan. Padahal di waktu bersamaan, kualitas layanan kesehatan yang ada masih sangat minimalis. Maka wajar saat terjadi pandemi terlihat kekacauan yang kian berlipat-lipat.

Sistem Kesehatan yang Menyehatkan

Kesehatan sejatinya adalah salah satu hak asasi bagi tiap orang dalam masyarakat. Sudah seharusnya pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat menjadi prioritas bagi setiap pemerintahan. Dalam pandangan Islam, kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang wajib disediakan secara berkualitas dan cuma-cuma oleh penguasa. Pemerintah dipandang sebagai pemain utama dalam penyediaan sarana dan fasilitas kesehatan yang bermutu bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dalam pandangan Islam industri kesehatan mestilah dikelola secara langsung oleh pemerintah. Sarana dan fasilitas vital dalam bidang kesehatan harus dikuasai oleh negara, tidak diserahkan pada pihak swasta apalagi asing.

Hal ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR Bukhari). Hadits ini menunjukkan pentingnya posisi penguasa dalam memelihara urusan-urusan rakyat termasuk masalah kesehatan. Oleh sebab itu, sarana kesehatan seperti oksigen, rumah sakit, obat-obatan, tenaga medis merupakan bagian dari tanggung jawab penguasa untuk menyediakannya. Penguasa wajib menjamin terpenuhinya hak kesehatan setiap orang tanpa memandang status ekonominya. Layanan kesehatan diberikan secara merata baik kepada orang miskin maupun orang kaya.

Rasulullah SAW sebagai pemimpin di Madinah ketika itu telah melaksanakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Madinah. Nabi pernah mendatangkan seorang dokter untuk mengobati Ubay. Bahkan ketika mendapatkan hadiah dokter dari Raja Muqauqis, Rasul menjadikan dokter tersebut sebagai dokter umum bagi masyarakat (HR Muslim).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Rasulullah pernah memberikan air susu secara gratis sampai sembuh bagi serombongan orang dari Kabilah Urainah yang sakit di Madinah. Mereka juga diberikan tempat tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola Baitul Mal (HR Bukhari dan Muslim). Tindakan Rasulullah ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan bagi masyarakat adalah tanggung jawab penguasa untuk menjamin keterpenuhannya.

Sistem kesehatan ala Rasulullah ditopang pula oleh sistem ekonomi yang mumpuni. Rasul menetapkan bahwa kepemilikan bukanlah semata-mata menjadi hak individu. Kepemilikan dalam Islam terkategori menjadi tiga yaitu kepemilikan umum, kepemilikan negara, serta kepemilikan individu. Sumber daya alam potensial yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan hidup rakyat misalnya, dipandang sebagai kepemilikan umum yang tidak boleh diserahkan kepada individu atau swasta. Dari prinsip inilah, biaya sarana prasana dan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi. Semua itu menjadi tanggung jawab negara untuk mengelolanya.

Maka untuk mendapatkan solusi masalah kesehatan sekarang ini tidak dapat tidak mestilah mengembalikan peran pemerintah pada posisi yang sebenarnya yaitu sebagai penanggung jawab penuh hak-hak kesehatan masyarakat. Tanggung jawab yang selama ini diserahkan kepada swasta mesti harus diambil kembali oleh pemerintah. Prinsip bahwa penguasa adalah pelayan bagi masyarakat harus benar-benar dipegang teguh.

Telah nyata contoh yang diberikan teladan terbaik Rasulullah SAW dan beliau telah sukses memberikan pelayanan kesehatan terbaik kala itu. Hanya dengan cara inilah hak-hak kesehatan dapat diterima oleh masyarakat dan dengan cara ini pula pandemi yang sudah bertahun-tahun menghantui bisa segera diakhiri. Dengan begitu tak terdengar lagi kabar pilu pasien meninggal dunia karena ketiadaan sarana kesehatan. Wallahu a’lam bish-shawabi. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Jum'at, 30 Sep 2022 22:20

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Kamis, 29 Sep 2022 15:18

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Kamis, 29 Sep 2022 15:00

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Kamis, 29 Sep 2022 09:21

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

Kamis, 29 Sep 2022 09:10

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Rabu, 28 Sep 2022 21:50

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Rabu, 28 Sep 2022 21:25

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Rabu, 28 Sep 2022 20:49

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Rabu, 28 Sep 2022 20:17

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Rabu, 28 Sep 2022 17:47


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 30/09/2022 13:05

Jahatkah Jokowi?