Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.937 views

Gelombang Kedua Covid19, Indonesia Butuh Sistem yang Fit

 

Oleh: Puji Rahayu

Situasi negeri tercinta belum bisa menekan penurunan kasus corona. Justru saat ini wabah semakin tidak terkendali. Sistem kesehatan pun mengalami krisis. Rumah sakit rujukan terus ditambah, namun pasien covid pun masih ada yang kesulitan mencari kamar. Kendaraan ambulans kewalahan untuk menjemput para pasien Covid-19. Begitu juga dengan tabung oksigen juga mengalami kelangkaan. Padahal wabah ini sudah satu tahun lebih menghuni bumi pertiwi. Namun tanda-tanda penurunnya kasus covid-19 belum nampak fajarnya. Yang Nampak adalah fajar kolapsnya sistem kesehatan  yang diterapkan oleh kepemimpinan kapitalistik atas negeri tercinta.

Pemerintah juga telah melakukan penyekatan di beberapa wilayah untuk mengatasi lonjakan covid-19 yang semakin menjadi, Salah satunya penyekatan di wilayah Surabaya yaitu di jembatan Suramadu.  Penyekatan di wilayah tersebut adalah penyekatan yang paling banyak drama. Karena saking padatnya lalulintas di jembatan tersebut hingga menimbulkan antrian panjang pengendara. Bahkan terjadi insiden perusakan pos penyekatan. Selain itu penyekatan ini juga memicu warga Madura untuk mengadakan demonstrasi  penolakan penyekatan. Ketidakpatuhan masyarakat terhadap prokes ini sejatinya menunjukkan ketidakmampuan negara dalam meriayah rakyat sekaligus menunjukkan hilangnya wibawa kepemimpinan mereka di mata rakyat.

Negara  sudah  salah langkah sejak awal menanggani pandemi china ini. Bahkan negara mengabaikan teriakan para pakar kesehatan untuk lockdown total namun negara menganggapnya itu kebijakan yang tidak mungkin terjadi. Karena khawatir ekonomi terhenti yang akan merugikan negara dan rakyat. Makanya saat negara lain menutup WNA masuk dalam negeri, di negeri gemah ripah loh jinawi ini justru TKA bebas masuk dalam negeri.

Walaupun saran yang diberikan tidak diterima oleh negara, kepedulian para pakar kesehatan tetap menggema untuk kebaikan ibu pertiwi. Seperti  Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra ini meminta pemerintah untuk menerapkan kebijakan radikal. Kebijakan itu ialah lockdown, berkaca pada negara-negara yang sukses atasi pandemi dengan kebijakan tersebut. (cnnindonesia.com).

Di tengah kondisi dalam negeri yang ngeri karena pandemi. Diharap negara bertugas dengan sepenuh hati untuk mencari solusi agar kepercayaan rakyat kepada negara makin meningkat. Namun yang terjadi, kondisi ini diperparah dengan penerapan kebijakan-kebijakan yang kian menjauhkan jarak antara mereka. Muncul di permukaan bahwa negara akan menerapkan pajak sembako, pajak pendidikan namun disisi lain membebaskan pajak pembelian mobil mewah.

Selain itu, sempat-sempatnya petinggi negara masih sibuk cari pemasukan negara dengan membuka tempat wisata saat wabah masih melanda. Seolah menutup mata dari lonjakan virus corona. Padahal korban terus berguguran  dari berbagai kalangan. Petugas pemakaman kewalahan, lahan pemakaman terus diperlebar. Bukankan ini kondisi genting sekali untuk segera diatasi?

Negara memerlukan bangunan sistem kesehatan yang kuat untuk keluar dari situasi ini. Butuh ada perubahan sistem politik dari kapitalisme ke Islam yang berbasis kesadaran ideologis umat. Dalam hal ini, solusi-solusi pragmatis tetap harus dijalankan oleh masyarakat tapi itu tetap tidak akan cukup karena penerapan sistem kapitalisme tetap akan memunculkan benturan  dengan kepentingan lainnya.

Di tengah pandemi, sangat dibutuhkan sistem kesehatan yang kuat agar situasi terkendali. Sistem kesehatan yang kuat tidak bisa terwujud dengan sistem politik dari kapitalisme yang rapuh.  Maka sistem ini harus diubah kepada sistem yang nyata mampu membuat sistem kesehatan itu fit. Dan sistem itu adalah sistem Islam. Tidak ada keraguan dalam agama Islam, begitu juga dengan sistem Islam. Dengan berbasis kesadaran ideology umat sistem Islam berdiri tegak. Kokoh tidak tertandingi. Pelaksanaan hukum-hukumnya harus penyeluruh dan revolusioner. Tidak sebagian-sebagian (parsial).

Sistem kesehatan yang kuat butuh backup keuangan yang tangguh untuk bisa bertahan dan melakukan penyelamatan terhadap seluruh rakyat dalam menghadapi pandemi. Backup tersebut tidak dari pajak yang memberatkan rakyat, juga bukan dari pariwisata. Dan sistem  Islam memiliki 12 pos pemasukan tetap  yang bisa diandalkan untuk membiayai keuangan negara termasuk di bidang kesehatan.

Sumber pemasukan itu berasal dari fai’, ghanimah, anfal, kharaj, jizyah, pemasukan dari hak milik negara, usyur, khumus, rikaz, tambang serta harta zakat. Pantaslah dengan pemasukan yang besar tersebut, konsep  kesehatan dalam Islam mampu mengobati pasien penderita wabah secara gratis, profesional, memadai dan terbaik. Yang mana dalam Islam terjaminnya kesehatan rakyat merupakan kewajiban bagi negara.

Selain itu, negara harus mentaati syariat dari Allah tentang hukum jika negaranya terserang wabah, yaitu mengkarantina wilayah tersebut sampai wabahnya benar-benar bersih dari wilayah tersebut. Ini sesuai dengan hadist :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Pemimpin negara yang taat pada perintah dan larangan-Nya lah yang bisa membawa umat pada kehidupan yang mendapat keberkahan dari langit dan bumi. Bila sudah demikian, gelombang pandemi yang melanda Indonesia saat ini bisa segera berlalu. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Ahad, 19 Sep 2021 21:00

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

Ahad, 19 Sep 2021 20:35

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Ahad, 19 Sep 2021 20:06

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Ahad, 19 Sep 2021 19:53

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55

Arah Demokrasi Terpimpin

Arah Demokrasi Terpimpin

Sabtu, 18 Sep 2021 16:47

Ah Dudung, Memang Parah

Ah Dudung, Memang Parah

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Sabtu, 18 Sep 2021 15:45

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Sabtu, 18 Sep 2021 15:41


MUI

Must Read!
X