Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.362 views

Saatnya Memberantas Kasus Narkoba

 

Oleh: Rima Septiani, S. Pd.
(Relawan Media)

Sungguh ironis, Penyidik Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara menetapkan Putri sebagai tersangka dalam kasus kurir narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram (kg).  Wanita berusia 32 tahun ini dijadikan tersangka karena ikut bekerja sama dengan suaminya , bernama Eko untuk mengantarkan sabu kepada penerimanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Cornelius Wisnu Adji membenarkan itu kata  ketika dikonfirmasi awak media.  Dalam kasus ini, Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara mengamankan Putri bersama suami serta anaknya dari dalam mobil. Dari mereka juga diamankan narkotika jenis sabu seberat 2 kg. (Telisik.id/11/5/2022)

Kasus Narkoba Makin Akut

Tentu, berita tersebut semakin memperjelas bagaimana keadaan negeri ini. Individu, masyarakat bahkan aparat hukum pun tak jarang didengar beritanya tersandung kasus narkoba. Entah sampai kapan masalah ini akan segera berakhir. Penyebaran narkoba terus saja menjadi masalah, sekalipun berbagai upaya diklaim sudah dilakukan untuk memberantas peredaran barang haram tersebut.

Bisnis narkoba yang menjanjikan limpahan materi justru sangat diminati oleh banyak oknum. Wajar jika penyebarannya terus merajalela dan sulit diberantas. Apatah lagi diselesaikan dengan penanganan yang salah dan penegakan hukum yang tak memberikan efek jera. Jadilah kita temukan kasus narkoba yang terus menggurita di negeri muslim, termasuk Indonesia.

Perkembangan kasus narkoba saat ini sangat signifikan, merebak dari kota sampai ke desa, penggunanya mulai dari selebriti, pilot, pejabat, rakyat biasa hingga oknum penegak hukum pun banyak yang menikmatinya. Aturan yang selama ini dianggap mampu mengatasi kasus narkoba, ternyata belum cukup efektif menangani permasalahan ini. Sehingga dari tahun ke tahun jumlah penggunanya semakin bertambah.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengungkapkan terjadi peningkatan pravelensi pengguna narkoba di Indonesia pada 2021 sebesar 0,15 persen, sehingga menjadi 1,95 persen atau 3,66 juta jiwa.

Sebelumnya, di 2019, pravelensi pengguna narkoba di Indonesia sebesar 1,80 persen atau 3,41 juta jiwa ; sementara pravelensi dunia di 2020 sebesar 5,5 persen atau sekitar 275 juta orang di seluruh dunia menggunakan narkotika. Angka pravelensi tersebut merujuk pada masyarakat secara nasional.  (antaranews/10/2/2022).

Miris, menjadi satu kata yang bisa kita ungkapkan melihat keadaan negeri ini yang begitu buruk. Narkoba benar-benar telah menggorogoti kehidupan bangsa dan negara baik muda maupun tua. Padahal, ada begitu banyak dampak buruk yang akan diakibatkan oleh penggunaan barang haram tersebut. Dan efek paling parah yang diakibatkan oleh narkoba selain dehidrasi dan halusinasi yaitu kerusakan otak yang menyebabkan kematian.

Apalagi yang bisa kita harapkan untuk negeri ini jika para generasinya saja sudah terperangkap narkoba. Generasi sudah rusak dengan narkoba. Apalagi, Indonesia dikenal dengan surga bandar narkoba, disebabkan lemahnya hukum yang diterapkan untuk memberantas penyebarannya, sehingga membuat para bandar bebas bergerak menjalankan aksi mereka. Hal inilah yang kemudian menyebabkan narkoba masih saja berdiri tegak dan terus mencari mangsa.

Bisnis narkoba memang sangat menggiurkan menurut pandangan kapitalis. Dalam sekejap pundi-pundi rupiah bisa langsung menggelembung. Tak heran, segelintir bandar saja bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu yang singkat. Sepeti dilaporkan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengungkap 22 tersangka kasus Tindak pidanan pencucian uang (TPPU) hasil bisnis narkoba dengan jumlah total aset Rp. 60 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, 22 tersangka bandar dan pengedar narkoba dari 20 kasus TPPU diamankan dalam periode Januari hingga Juli 2019.

Inilah potret buruk dari pengurusan penguasa demokrasi pada masyarakat. Maraknya penyebaran Narkoba sejatinya merupakan buah busuk penerapan sistem kapitalisme. Sistem ini menyebabkan kasus narkoba terus saja bermunculan. Ibarat peribahasa “mati satu tumbuh seribu”. Maka ketika negeri ini masih mau menerapkan sistem busuk ini, akan sulit rasanya memberantas kasus narkoba hingga ke akar-akarnya. Wajar jika penyebaran narkoba terus merajalela dan sulit diberantas.

Saatnya Berantas Narkoba

Islam tegas mengharamkan narkoba dan akan menghilangkan peredarannya di tengah masyarakat. Bisnis narkoba yang dipandang sangat menggiurkan dan berpeluang mendatangkan limpahan Rupiah akan ditutup rapat-rapat oleh penegakan sistem hukum Islam. Karena hal tersebut merupakan gerbong maksiat yang akan menghancurkan akal dan kekuatan jiwa kaum Muslim. Olehnya itu, bisnis tersebut haram untuk didirikan.

Para ulama sepakat terkait keharaman narkoba, sekalipun ada perbedaan dari sisi penggalian hukumnya. Ada yang mengharamkan karena meng-qiyas-kannya pada keharaman khamr (QS. Al-Maidah: 90). Sebagian lainnya mengharamkan karena narkoba termasuk barang yang akan melemahkan jiwa dan akal manusia.

Pendapat ini berdasarkan hadis dengan sanad sahih dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Rasulullah Saw. melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah).”

Menuturut Rawwas Qal’ahjie dalam Mu’jam Lughah Al Fuqoha, hal .342 yang dimaksud mufattir adalah zat yang menimbulkan rasa tenang/rileks (istirkha’) dan malas (tatsaqul) pada tubuh manusia.

Karena sejatinya Islam memerintahkan manusia untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kekuatan badan. Salah satu nas yang mengindikasikan anjuran tersebut adalah sabda Rasulullah Saw., “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah.”(HR. Muslim)

Oleh karena itu, penerapan sistem Islam sangat perlu untuk memberantas kasus narkoba dalam rangka melindungi generasi dan bangsa dari gempuran barang haram tersebut. Dengan begitu, negara dalam Islam telah melakukan penjagaan pada individu dan masyarakatnya untuk hidup sehat sesuai syariat. Sehingga, dengan langkah seperti ini masyarakat akan menjauhkan diri dari barang haram tersebut. Wallahu a’lam bi ash shawwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Sabtu, 02 Jul 2022 14:15

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Sabtu, 02 Jul 2022 14:13

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Sabtu, 02 Jul 2022 14:10

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Sabtu, 02 Jul 2022 06:36

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Jum'at, 01 Jul 2022 17:19

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Jum'at, 01 Jul 2022 17:07

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Jum'at, 01 Jul 2022 16:58

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Jum'at, 01 Jul 2022 16:15

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Jum'at, 01 Jul 2022 15:35

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jum'at, 01 Jul 2022 15:00

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Jum'at, 01 Jul 2022 14:43

Yang Mulia Tukang Baso

Yang Mulia Tukang Baso

Jum'at, 01 Jul 2022 12:57

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

Jum'at, 01 Jul 2022 10:50

Teman Jokowi Itu Jin?

Teman Jokowi Itu Jin?

Jum'at, 01 Jul 2022 09:44

Saudi Tangkap 15 Orang Terkait Penipuan Layanan Haji

Saudi Tangkap 15 Orang Terkait Penipuan Layanan Haji

Kamis, 30 Jun 2022 21:15

Israel Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Dengan Faksi Perlawanan Palestina

Israel Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Dengan Faksi Perlawanan Palestina

Kamis, 30 Jun 2022 21:00

Tren Wanita Bergaya Rambut Pendek

Tren Wanita Bergaya Rambut Pendek

Kamis, 30 Jun 2022 20:28

Anggota Islamic State Pelaku Serangan Di Paris Tahun 2015, Salah Abdeslam Divonis Seumur Hidup

Anggota Islamic State Pelaku Serangan Di Paris Tahun 2015, Salah Abdeslam Divonis Seumur Hidup

Kamis, 30 Jun 2022 20:10

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Kamis, 30 Jun 2022 14:30

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kamis, 30 Jun 2022 11:25


MUI

Must Read!
X