Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.157 views

Peran Muslimah dalam Pingitan (Refleksi Hari Kartini saat Wabah)

Oleh: Tari Ummu Hamzah

Kata pingitan berasal dari bahasa Jawa, yaitu pingit, yang artinya dikarantina untuk tujuan tertentu hingga masa yang telah ditentukan. Seiring dengan perkembangan zaman, aktifitas ini sudah tidak relevan bagi perempuan-perempuan Jawa. Sebab perlahan kebebasan aktivitas perempuan di masa pasca perang dunia, mulai memiliki tempat di ruang publik. Peran mereka pun terlihat bagi masyarakat.

Tapi jika melihat kondisi dunia saat ini, mau tidak mau masyarakat harus tetap diam di rumah, termasuk para muslimah. Akankah perempuan kembali dipingit seperti dahulu kala?

Sebenarnya perempuan terutama muslimah tetap memiliki peran di saat seperti ini. Contohnya, mereka tetap bisa mengkaji islam dan mendakwahkannya. Sarana yang ada saat ini mempermudah kita untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi. Tapi banyak juga yang berspekulasi, para pengemban dakwah hanyalah orang-orang yang hanya berani bicara tanpa ada aksi nyata. Peran mereka dipandang sebelah mata. Benarkah demikian? Apakah saat memainkan peran, kita harus selalu berada di ruang publik?

Coba kita ingat kembali bagaimana RA. Kartini memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi para kaum perempuan. Selama ada dalam pingitan, beliau rajin berkorespondensi dengan teman-temannya di Eropa. Beliau Mengkaji seperti apa peran wanita Eropa di ruang publik di masa itu. Kartini mendapati bahwa salah satu peran perempuan yang paling penting adalah mendapatkan pendidikan, karena ini adalah hak dasar setiap orang.

Aktivitasnya dalam mengkaji peran wanita beliau lakukan dalam masa pingitan. Beliau aktif membaca buku berbahasa Belanda dan berlangganan majalah Hollandsche Lelie. Tak lupa beliau juga aktif menulis artikel dan dimuat di majalah tersebut. Semua beliau lakukan di rumah.

Bahkan ketika cita-citanya didukung oleh suaminya, di awal-awal masa perjuangannya, Kartini mengajarkan baca tulis kepada perempuan-perempuan muda di rumahnya. Ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi tenaga pendidik, memberikan edukasi dan informasi.

Jelas bahwa ketika perempuan di rumah saja, tetap mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tak terkecuali para muslimah pengemban dakwah. Aktivis mereka yang biasanya sebelum pandemi di luar rumah untuk menuntut ilmu dan bedakwah, kini harus diubah menjadi di dalam rumah. Meskipun begitu, mereka tetap mampu memberikan peran lewat dakwah secara on-line, mengkaji islam lewat media sosial. Jadi bukan berarti tidak ada peran, bukan?

Jika aktivitas seperti yang dilakukan Kartini tidak membawa dampak, maka sejarah tidak akan menuliskan namanya sebagai pahlawan nasional. Dan jika aktivitas muslimah pengemban dakwah tak mampu membawa perubahan, tentu tak akan dihalangi oleh rezim untuk terus berdakwah. Sebab apa yang dilakukan para pengemban dakwah adalah bagian dari membangkitkan pemikiran masyarakat. Dan ini harus tetap dilakukan tak peduli di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Membangkitkan ini dimaknai sebagai meningkatkan taraf berfikir masyarakat, dari berfikir jahiliyah menuju pemikiran Islam yang cemerlang. Mengapa demikian? Sebab manusia tidak akan mampu menjadi mulia kehidupannya, tanpa kebangkitan berfikir dengan Islam.

Inilah yang harus segera disadari oleh masyarakat kita. Bahwa di masa pandemi seperti saat ini, manusia tak memiliki pilihan lain kecuali menginstal ulang pemikiran mereka (terhadap kehidupan) dengan Islam. Sebab kapitalisme tinggal menunggu lonceng kematiannya. Sosialisme yang diwakili oleh China saat ini, juga telah gagal. Jadi apakah kita mau mengulang kembali kondisi peradaban manusia saat ini?  Yang bobrok dan tak mampu mengurus rakyat? Apakah tawaran syariat islam yang digaungkan oleh para muslimah pengemban dakwah harus ditolak?

Manusia jelas menginginkan ketentraman dalam kehidupannya, tentram berarti kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Hanya Islamlah yang mampu memberikan jaminan ketentraman hidup. Sebab syari'at Islam akan mengubah tatanan masyarakat dari jahiliyah menuju kemuliaan. Dari kesengsaraan menuju kesejahteraan. Maka dari itu masihkah kita menolak Islam? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Ahad, 19 Sep 2021 19:53

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55

Arah Demokrasi Terpimpin

Arah Demokrasi Terpimpin

Sabtu, 18 Sep 2021 16:47

Ah Dudung, Memang Parah

Ah Dudung, Memang Parah

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Sabtu, 18 Sep 2021 15:45

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Sabtu, 18 Sep 2021 15:41

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Sabtu, 18 Sep 2021 09:36

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Sabtu, 18 Sep 2021 09:10

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Sabtu, 18 Sep 2021 08:17


MUI

Must Read!
X