Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.926 views

Pernikahan Anak, antara Kesiapan dan Hawa Nafsu

 

Oleh: Henyk Widaryanti

Pernikahan adalah fitrah bagi setiap manusia. Melihat anak menikah merupakan kebahagiaan terbesar bagi orang tua. Namun, saat ini pernikahan yang dilakukan oleh anak di bawah 19 tahun sedang dipermasalahkan. Pernikahan dini ini dikatakan banyak melahirkan masalah.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan bahwa pernikahan anak dapat memunculkan kemiskinan antar generasi. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan dari hasil pernikahan anak juga ada yang stunting.

Menurut Menteri PPPA, akibat ini tentu berlawanan dengan target pemerintah. Di mana pemerintah sedang melawan stunting dan berusaha mengentaskan kemiskinan. Bintang pun menambahkan bahwa pernikahan anak dinilai masuk pada tindak kekerasan pada anak. Karena orang tua menikahkan anak di bawah umur (kompas.com, 18/3/21).

Sebab Pernikahan Anak

Bagi orang tua, menikahkan anak di usia cukup muda bisa jadi bukan pilihan. Tapi memang ada kondisi tertentu yang membuat anak dinikahkan di usia muda. Secara umum perkawinan anak terjadi karena:

Pertama, kondisi ekonomi keluarga. Di daerah pedesaan, perkawinan di usia muda cukup banyak. Karena banyak keluarga yang minim ekonominya, langsung menikahkan anaknya. Sebab ada anggapan, jika anak sudah menikah, tanggung jawab anak perempuan pindah ke suami. Sehingga mengurangi beban ekonomi keluarga.

Kedua, anak sudah siap. Tidak menutup kemungkinan adanya pendewasaan pemikiran membuat anak berani menikah. Selama ini banyak orang beranggapan, kalau anak belum usia 19 tahun, berarti belum dewasa. Padahal, kedewasaan berfikir bukan dari usianya. Tapi dari pola pendidikan yang diterimanya.

Ketiga, hamil di luar nikah. Pergaulan bebas yang marak terjadi belakangan ini turut menjadi penyumbang pernikahan anak.  Kurangnya perhatian orang tua dan pemberian kebebasan terhadap anak. Ditambah dengan pengaruh lingkungan membuat anak melakukan free sex. Apalagi jiwa remaja saat ini memiliki keinginan mencoba yang besar.

Keempat, orang tua yang menikahkan. Melihat anaknya yang suka jalan berduaan. Tentu membuat para orang tua was-was. Bagi mereka yang memegang nilai agama, sosial dan adat yang kuat, akan memilih menikahkan anak dari pada kebobolan duluan. Hal ini juga dapat melindungi keluarga dari aib terjadi jika hamil di luar pernikahan.

Mencari Titik Terang

Pernikahan anak yang disebabkan oleh pemaksaan, pemerkosaan, hamil di luar nikah sebenarnya termasuk akibat dari kesalahan yang lain. Kondisi pernikahan seperti ini memang harus diperbaiki. Tapi akan berbeda jika yang disorot adalah pernikahan anak yang dinikahkan karena takut berzina atau Aisya Wedding yang sempat viral. Jika kedua mempelai sudah siap dan sudah baligh, apa masalahnya?

Bagaimana dengan alasan kesehatan, kemiskinan atau stunting? Sebagai orang beriman, bukankah kita diajarkan untuk yakin pada ketetapan Allah? Dimana rezeki, jodoh dan mati itu adalah keputusan Allah. Sebagaimana firman Allah,

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allan akan menjadikan ja-lan keluar baginya dan akan memberi rizqi dari arah yang tidak dia perkirakan dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya." (QS. At Thalaq : 2-3)

Jadi, jikapun ada yang nikah muda kemudian punya permasalahan pada kesehatan seperti keguguran dll, itu adalah qodo' Allah. Manusia hanya dapat berikhtiar. Jika menikah muda menyebabkan kemiskinan antar generasi, belum tentu juga.

Mungkin, kita berfikir anak muda belum dapat mencari nafkah. Jika mereka punya anak, bagaimana menghidupi anak-anaknya? Bagaimana dengan sekolahnya? Sedangkan saat ini saja butuh biaya untuk pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Dengan pemikiran yang serba tidak mungkin, menyebabkan kita berkesimpulan, anak nikah muda akan jadi miskin.

Padahal, saat ini masyarakat sudah ada yang miskin. Penyebab kemiskinan juga bukan semata-mata dari pernikahan anak. Rendahnya kesempatan kerja, pendidikan yang tidak layak hingga banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) turut menyumbang jumlah kemiskinan.

Begitu pula stunting, masalah utamanya terletak pada kekurangan asupan gizi, baik oleh ibu hamil maupun pada anak ketika telah lahir. Saat ini,  negeri yang katanya kolam susu justru telah mengalami stunting. Jika masalah gizi ini tidak ditangani dengan benar, bisa dipastikan masalah stunting tidak akan selesai hingga beberapa waktu ke depan.

Buruknya asupan gizi paling banyak dipengaruhi oleh berkurangnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan makannya. Bisa saja setiap hari makan, tapi makanannya tidak memenuhi kecukupan gizi. Mengapa demikian? Karena mereka tak memiliki uang. Kembali, masalah kemiskinan menjadi alasan utama stunting.

Jadi, tidak pas kalau hanya menyalahkan masalah di atas pada pernikahan anak. Harusnya kita mencari akar masalah mengapa semua itu bisa terjadi. Faktanya, meski sudah ada aturan tentang batas usia pernikahan, pernikahan anak masih terjadi.

Menikah di Saat yang Tepat

Islam mengatur pernikahan dalam sistem pergaulannya. Anak boleh menikah ketika telah baligh. Baligh itu dihitung dari awal mula laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan  pertama haid. Sedangkan sistem pendidikan Islam baik yang dilakukan oleh keluarga sebagai madrasatul ula dan sekolah sebagai tempat pendidikan formal akan membuat anak berfikir dewasa dan siap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim di kala baligh.

Lingkungan islami, yang menyandarkan halal dan haram, baik dan buruk, serta cinta dan benci hanya pada Islam akan membantu anak terbentuk kepribadian Islam. Dengan adanya kontrol masyarakat, anak terjaga pergaulannya. Selain itu juga dapat terhindar dari perbuatan maksiat.

Ketika baligh, anak sudah siap menerima taklif hukum. Kalau pun mereka ingin menikah, orang tua akan mengizinkan. Ketika anak sudah berniat menikah, ia akan tahu dan faham konsekuensi pernikahan. Bukan sekadar pemenuh hawa nafsu.

Negara pun tak tinggal diam. Dengan aturan Islam yang sempurna, akan membuka lapangan pekerjaan bagi para kepala keluarga yang belum mendapat pekerjaan. Bahkan negara dapat menikahkan para pemuda-pemudi yang siap menikah tapi belum ada biaya. Jadi, masalah kemiskinan ataupun stunting bisa dicegah lebih awal.

Dari sini, semestinya kita tidak mencari-cari alasan melarang seseorang menikah jika sudah siap, meskipun usia mereka masih belasan tahun. Jikalau mereka menikah karena Allah, itu adalah ibadah yang harus didukung. Justru yang perlu diperhatikan dan dievaluasi adalah aturan-aturan yang mendukung kemaksiatan penyebab pernikahan anak, seperti prinsip gaul bebas, bercampurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram, sistem pendidikan di rumah maupun sekolah, kondisi lingkungan, dsb.

Jadi bukan lantas pukul rata setiap anak yang ingin menikah di bawah usia UU negeri ini kemudian dilarang. Seharusnya dikaji secara mendalam dulu latar belakang dan motivasi pernikahannya. Tentu tidak sama, menikahnya mereka yang ingin menjaga kesucian dengan yang menodainya. Semoga ada kebijakan lebih lanjut tentang hal ini. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Intens Gerakan Pengendalian Tembakau, Muhammadiyah Raih Penghargaan WHO

Intens Gerakan Pengendalian Tembakau, Muhammadiyah Raih Penghargaan WHO

Senin, 14 Jun 2021 07:23

Kasus Covid Kembali Melonjak, Gubernur Anies Instruksikan Kewaspadaan kepada Semua Pihak

Kasus Covid Kembali Melonjak, Gubernur Anies Instruksikan Kewaspadaan kepada Semua Pihak

Senin, 14 Jun 2021 07:08

Riset CTIEF tentang Dana Haji

Riset CTIEF tentang Dana Haji

Ahad, 13 Jun 2021 22:33

Perangi Rokok dengan Pendekatan Budaya, Abdul Mu’ti Protes: Kudus Bukan Kota Kretek

Perangi Rokok dengan Pendekatan Budaya, Abdul Mu’ti Protes: Kudus Bukan Kota Kretek

Ahad, 13 Jun 2021 22:08

PAN Desak Pemerintah Cabut Draf RUU 'Pajak Pendidikan'

PAN Desak Pemerintah Cabut Draf RUU 'Pajak Pendidikan'

Ahad, 13 Jun 2021 21:45

Azerbaijan Bebaskan 15 Tentara Armenia Dengan Imbalan Peta 97.000 Ranjau Di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Bebaskan 15 Tentara Armenia Dengan Imbalan Peta 97.000 Ranjau Di Nagorno-Karabakh

Ahad, 13 Jun 2021 21:20

Innalillahi, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Wafat

Innalillahi, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Wafat

Ahad, 13 Jun 2021 21:15

TuanTanah Di Maroko Tolak Sewakan Lahan Untuk Diplomat Israel

TuanTanah Di Maroko Tolak Sewakan Lahan Untuk Diplomat Israel

Ahad, 13 Jun 2021 21:00

Your Life is Your Choice!

Your Life is Your Choice!

Ahad, 13 Jun 2021 20:52

Hamas: Hasutan UEA Sejalan Dengan Propaganda Israel

Hamas: Hasutan UEA Sejalan Dengan Propaganda Israel

Ahad, 13 Jun 2021 20:00

Jihad Islam Serukan Persatuan Untuk Melawan 'Pos Pemeriksaan Kematian' Israel

Jihad Islam Serukan Persatuan Untuk Melawan 'Pos Pemeriksaan Kematian' Israel

Ahad, 13 Jun 2021 18:55

Soal Capres 2024, Fahri Hamzah: Bukan Bicara Figur Doang, Tapi Idenya Apa?

Soal Capres 2024, Fahri Hamzah: Bukan Bicara Figur Doang, Tapi Idenya Apa?

Ahad, 13 Jun 2021 17:20

Rawwan Dwaik, Gadis Down Syndrome Penghapal Quran 30 Juz

Rawwan Dwaik, Gadis Down Syndrome Penghapal Quran 30 Juz

Ahad, 13 Jun 2021 12:40

Fahri Kritik Pegawai KPK yang Marah Tak Lulus TWK, Giri Suprapdiono Balas Menohok

Fahri Kritik Pegawai KPK yang Marah Tak Lulus TWK, Giri Suprapdiono Balas Menohok

Sabtu, 12 Jun 2021 21:48

Politisi Gerindra: PPN Sembako Korbankan Rakyat Kecil

Politisi Gerindra: PPN Sembako Korbankan Rakyat Kecil

Sabtu, 12 Jun 2021 21:08

Analisis: Strategi Hamas Dan Perang Asimetris Melawan Israel

Analisis: Strategi Hamas Dan Perang Asimetris Melawan Israel

Sabtu, 12 Jun 2021 20:45

Zulhas: PAN dan Muhammadiyah Bagi Tugas, Tolak PPN Pendidikan

Zulhas: PAN dan Muhammadiyah Bagi Tugas, Tolak PPN Pendidikan

Sabtu, 12 Jun 2021 20:41

HRS Ulama Terzalimi

HRS Ulama Terzalimi

Sabtu, 12 Jun 2021 20:15

Ribuan Warga Kanada Berunjuk Rasa Mengecam Islamofobia Setelah Pembunuhan Keluarga Muslim

Ribuan Warga Kanada Berunjuk Rasa Mengecam Islamofobia Setelah Pembunuhan Keluarga Muslim

Sabtu, 12 Jun 2021 20:15

Hapus Saja Dewan Komisaris BUMN

Hapus Saja Dewan Komisaris BUMN

Sabtu, 12 Jun 2021 19:57


MUI

Must Read!
X